JATENGKU.COM, SEMARANGMahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjalankan program pengembangan potensi wisata budaya dan edukasi di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti, Kelurahan Pudakpayung, Semarang. Kegiatan yang puncaknya berlangsung pada Rabu (15/7/2025) ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik vihara sebagai destinasi unggulan melalui serangkaian inovasi fasilitas, penguatan citra digital, dan pendalaman materi edukasi bagi pengunjung.

Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti merupakan salah satu vihara tertua di Indonesia yang memiliki nilai sejarah tinggi dan suasana spiritual yang kental. Namun, potensinya selama ini belum tergarap optimal karena menghadapi berbagai kendala, seperti aksesibilitas yang menantang akibat kondisi jalan dan minimnya penunjuk arah, serta fasilitas penunjang seperti penerangan dan sanitasi yang masih dalam tahap pengembangan. Menanggapi hal tersebut, program KKN ini diharapkan menjadi solusi strategis untuk mengatasi masalah tersebut secara komprehensif dan berkelanjutan.

Koordinator Mahasiswa KKN, Raehaqie De Warent, menjelaskan bahwa program ini melibatkan sinergi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari teknik, hukum, hingga komunikasi. “Kami ingin mengubah tantangan menjadi peluang. Program kami tidak hanya menyentuh perbaikan fisik seperti pemasangan lampu tenaga surya atau perancangan kamar mandi yang lebih baik, tetapi juga penguatan branding digital dan pembuatan konten edukasi agar pengunjung mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam dan berkesan,” ujar Raehaqie.

Kegiatan pengembangan ini diawali dengan pemetaan kebutuhan vihara secara partisipatif bersama para pengurus. Tim KKN yang terdiri dari mahasiswa berbagai jurusan kemudian mengimplementasikan berbagai program yang saling terintegrasi. Mereka merancang dan memasang peta wisata yang informatif, papan etika pengunjung yang santun, serta jadwal kegiatan untuk memandu wisatawan. Selain itu, untuk meningkatkan visibilitas, tim mahasiswa juga meluncurkan kampanye digital melalui media sosial dan membuat infografis promosi yang menarik, menampilkan keunikan sejarah dan arsitektur vihara.

Selain itu, tim KKN juga berkolaborasi erat dengan pengurus vihara untuk memastikan program berjalan sesuai kebutuhan dan dapat dikelola secara mandiri di kemudian hari. Romo Wahyudi, salah satu pengurus Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti, mengaku sangat terbantu dengan inisiatif para mahasiswa.

“Kami sangat mengapresiasi ide-ide segar dari mahasiswa Undip. Pemasangan lampu tenaga surya sangat membantu penerangan di area-area yang sebelumnya gelap, membuat aktivitas malam hari lebih aman. Program pemilahan sampah juga mengajarkan kami untuk lebih peduli lingkungan. Ini adalah langkah awal yang sangat baik untuk menjadikan vihara lebih nyaman, modern, dan ramah lingkungan,” ungkap Romo Wahyudi.

Tidak hanya itu, untuk memperkaya pengalaman pengunjung, mahasiswa juga mengembangkan konsep paket wisata edukatif dan membuat poster interaktif yang menghubungkan nilai religi dengan ekosistem alam sekitar. Aspek keamanan juga menjadi perhatian serius melalui pembuatan poster mitigasi bencana berdasarkan analisis kondisi geologi lokal dan sosialisasi larangan perburuan satwa liar untuk melindungi keanekaragaman hayati di sekitar vihara.

Seorang pengunjung, Ibu Dian, yang kebetulan berada di lokasi saat beberapa fasilitas baru dipasang, memberikan tanggapan positif.

“Saya jadi lebih mudah berkeliling dan tidak takut tersesat dengan adanya peta dan penunjuk arah yang jelas. Informasi sejarah di beberapa titik juga menambah wawasan saya tentang pentingnya tempat ini. Rasanya lebih nyaman dan aman. Semoga ke depannya vihara ini semakin dikenal dan ramai dikunjungi,” katanya.

Lebih lanjut, Raehaqie menambahkan bahwa pihaknya berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang yang signifikan.

“Kami berharap program ini menjadi fondasi yang kokoh. Harapannya, vihara tidak hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga destinasi wisata edukasi yang dapat memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar. Misalnya, dengan ramainya pengunjung, bisa muncul peluang usaha kecil seperti penjualan suvenir atau kuliner khas oleh warga setempat,” tambahnya.

Kegiatan KKN Undip di Pudakpayung ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang berlangsung selama beberapa minggu. Mahasiswa berharap inisiatif yang telah dirintis dapat dilanjutkan oleh pengelola vihara dan didukung oleh pemerintah setempat untuk mewujudkan potensi penuh Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti sebagai salah satu permata wisata budaya di Semarang.

Editor: Handayat