JATENGKU.COM, Ngadirojo Lor – Kelompok KKN Ngadirojo Lor 2 berhasil membangun fasilitas incinerator minim emisi pada Rabu, 22 Januari 2025. Program kerja ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan sampah berkelanjutan yang diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan sampah di wilayah Desa Ngadirojo Lor.

Incinerator adalah alat pembakaran sampah yang dirancang dengan sistem pembakaran terkontrol pada suhu tinggi. Berbeda dengan pembakaran sampah konvensional, incinerator minim emisi dilengkapi dengan teknologi yang mampu meminimalkan polusi udara dan mengoptimalkan proses pembakaran. Manfaat dari incinerator ini antara lain mengurangi volume sampah hingga 90%, meminimalkan emisi gas berbahaya, dan mencegah pencemaran udara.

Mahasiswa KKN UNDIP Rancang Strategi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Berbasis Incinerator Minim Emisi

Pemilihan program kerja pembangunan incinerator ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Desa Ngadirojo Lor yang sebagian besar masih membakar sampah dengan cara tradisional. Praktik pembakaran sampah secara konvensional ini menimbulkan dampak serius bagi lingkungan, khususnya peningkatan emisi karbon dioksida dan gas berbahaya lainnya yang tidak terkendali.

Pembakaran sampah secara terbuka menghasilkan emisi yang mengandung senyawa berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan pernapasan masyarakat serta pembusukan sampah organik di TPA melepaskan metana, gas rumah kaca yang dampaknya terhadap pemanasan global lebih kuat ketimbang CO2. Incinerator mampu menekan produksi metana secara drastis, turut andil dalam menurunkan emisi dan mengatasi perubahan iklim. Dengan segala kelebihannya, Incinerator bisa menjadi alternatif pengelolaan sampah yang lebih baik, apalagi jika dipadukan dengan teknologi bersih dan pengelolaan yang tepat. Melalui incinerator minim emisi, proses pembakaran dapat dikontrol dengan lebih baik sehingga dampak negatif terhadap lingkungan dapat diminimalkan.

Kepala Desa Ngadirojo Lor menyambut baik kehadiran fasilitas incinerator ini dengan penuh antusiasme. Beliau menyatakan apresiasi yang tinggi terhadap inovasi yang dibawa oleh Kelompok KKN Ngadirojo Lor 2.

“Ini adalah program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Saya sangat mengapresiasi mahasiswa KKN yang telah peduli terhadap permasalahan lingkungan di desa kami. Semoga incinerator ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan menjadi langkah awal menuju desa yang lebih bersih dan hijau,” ujar Kepala Desa.

Kepala Desa juga berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan program ini dengan mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas incinerator secara optimal dan meninggalkan kebiasaan membakar sampah secara sembarangan.

Kehadiran incinerator minim emisi di Desa Ngadirojo Lor diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan.

Penulis: Kelompok KKN Ngadirojo Lor 2, Mahasiswa Universitas Diponegoro

Editor: Handayat

Tag