JATENGKU.COM, KENDAL — Sebagai wujud kepedulian sosial dan implementasi program kerja, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 47 terjun langsung ke tengah masyarakat Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Kendal. Mereka mengemban misi penting: membantu pendataan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan pendataan ini difokuskan pada hari Kamis, 2 Oktober 2025. Sejak pagi, para mahasiswa menyebar ke beberapa Rukun Tetangga (RT) untuk memverifikasi dan mendata secara langsung kondisi rumah warga yang dinilai masuk dalam kriteria program bantuan. Dengan cermat, mereka mendatangi satu per satu rumah yang telah masuk dalam daftar awal.
Beberapa rumah warga yang menjadi sasaran pendataan pada hari itu antara lain kediaman Bapak A. Zaenudin (RT 18), Bapak Agustiawan (RT 22B), Ibu Elia Ponip (RT 23A), Bapak Ifrochan (RT 16), dan Ibu Jumrotun (RT 23). Selain itu, pendataan juga menyasar beberapa warga lain seperti Bapak Matnan (RT 18) serta Bapak Amin Sujito, Wahyudin, Imron Dahlan, dan Slamet Wahyudi yang berdomisili di wilayah RT 12.
Ketua Kelompok KKN 47, Mas Yusuf, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan sinergi antara akademisi dan pemerintah untuk memastikan bantuan sosial dapat tersalurkan dengan tepat sasaran. “Tujuan kami adalah membantu pemerintah memiliki data yang valid dan terkini dari lapangan. Dengan data yang akurat, diharapkan program RTLH dari Pemprov Jateng bisa benar-benar dirasakan oleh warga yang paling membutuhkan di Kebondalem,” jelas Yusuf.
Langkah proaktif para mahasiswa ini diapresiasi oleh warga sekitar. Mereka berharap, kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya membawa program fisik, tetapi juga menjadi jembatan informasi antara kebutuhan masyarakat dengan program-program pemerintah yang ada.











