JATENGKU.COM, KlatenMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tahun 2026 yang tergabung dalam KKN TIM 1 Desa Baturan melaksanakan Program Kerja Multidisiplin 2 bertajuk “Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa Baturan dalam Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi sebagai Upaya Mewujudkan Desa Tangguh Bencana”. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman, kesiapan, dan ketangguhan masyarakat desa dalam menghadapi risiko bencana gempa bumi dengan.

Wilayah Kabupaten Klaten diketahui sebagai salah satu daerah yang memiliki kerawanan terhadap bencana gempa bumi. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Klaten berada pada zona yang dipengaruhi aktivitas tektonik, sehingga memiliki potensi kejadian gempa bumi yang perlu diwaspadai. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan, terutama di tingkat desa.

Penguatan kapasitas masyarakat menjadi semakin relevan mengingat peristiwa gempa bumi besar tahun 2006 yang pernah melanda wilayah Klaten dan sekitarnya. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, korban jiwa, serta dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bahwa kesiapsiagaan masyarakat merupakan kunci utama dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.

Melalui program kerja multidisiplin ini, mahasiswa KKN Undip memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Baturan mengenai mitigasi bencana gempa bumi. Kegiatan meliputi sosialisasi risiko gempa, pemahaman langkah penyelamatan diri sebelum, saat, dan setelah gempa, pengenalan jalur evakuasi, serta pengenalan alat dan logistik kesiapsiagaan bencana serta edukasi mengenai struktur bangunan aman gempa. Materi disampaikan secara sederhana dan partisipatif agar mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dalam membangun ketahanan permukiman terhadap bencana, SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) terkait peningkatan kapasitas adaptasi terhadap risiko bencana, serta SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya perlindungan keselamatan jiwa masyarakat.

Pemerintah Desa Baturan menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar bencana di tingkat desa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip Desa Baturan 2026 berharap masyarakat mampu belajar dari pengalaman gempa Klaten 2006 dan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang, sehingga Desa Baturan dapat berkembang sebagai Desa Tangguh Bencana yang siap, siaga, dan berkelanjutan.

Editor: Handayat

Tag