Tradisi Sadranan kembali digelar oleh warga Desa Mutihan di Kabupaten Klaten sebagai bagian dari rangkaian penyambutan Bulan Suci Ramadhan 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara turun-temurun ini menjadi momentum tiap tahun yang sakral bagi masyarakat untuk mendoakan leluhur sekaligus mempererat ikatan sosial antarwarga. Sejak pagi hari, warga dari berbagai dusun tampak berdatangan ke area makam desa dengan membawa aneka ubarampe doa dan sedekah.

Rangkaian kegiatan Sadranan diawali dengan kerja bakti membersihkan makam dan lingkungan sekitarnya. Setelah prosesi bersih makam, warga bersama tokoh agama dan perangkat desa menggelar doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus permohonan keselamatan dalam menyambut bulan suci.

Selain doa dan kenduri, tradisi Sadranan di Desa Mutihan juga dimeriahkan dengan pagelaran wayang di setiap dusunnya. Adapun pagelaran wayang tersebut akan berlangsung pada 10 Februari mendatang di Dusun Mutihan, Desa Mutihan, sebagai bagian dari rangkaian tradisi Sadranan.

Wayangan dalam tradisi Sadranan berfungsi sebagai hiburan dan juga sebagai media penyampaian pesan moral dan nilai kehidupan. Lakon-lakon yang ditampilkan umumnya mengangkat tema kebaikan dan keseimbangan hidup. Sehingga melalui wayangan, nilai-nilai kearifan lokal diwariskan secara kontekstual kepada generasi muda.

Bagi masyarakat Desa Mutihan, tradisi Sadranan tidak hanya menjaga hubungan manusia dengan Tuhan ataupun leluhur, tetapi juga memperkuat identitas budaya desa yang tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Editor: Handayat

Tag