JATENGKU.COM, SEMARANGMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPGRIS Kelompok 32 sukses menggelar aksi sosial di bidang pendidikan pada Jumat (6/2/2026). Berlokasi di MI An-Nur, para mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai pentingnya sikap anti-intoleransi kepada siswa-siswi kelas 5B. Kegiatan ini dilakukan guna memperkuat karakter anak bangsa dalam menghargai perbedaan sejak usia dini.

Sosialisasi yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WIB ini dirancang secara interaktif untuk menarik minat siswa. Mahasiswa KKN UPGRIS memaparkan materi utama yang mencakup pengenalan konsep toleransi dan intoleransi. Para siswa diajak untuk memahami bahwa keberagaman adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga, sementara sikap intoleran adalah hambatan dalam kerukunan bermasyarakat.

Kegiatan berlanjut pada pengenalan bentuk-bentuk nyata dari sikap toleransi dan intoleransi yang sering terjadi di lingkungan madrasah. Mahasiswa memberikan contoh sederhana namun mendalam, seperti menghormati perbedaan pendapat dan tidak mendiskriminasi teman berdasarkan latar belakangnya. Hal ini dilakukan agar siswa mampu mengidentifikasi perilaku yang harus didukung dan perilaku yang harus dihindari.

Tidak hanya memberikan teori, para mahasiswa juga memberikan panduan praktis mengenai cara mencegah dan mengatasi tindakan intoleransi. Siswa kelas 5B diajarkan langkah-langkah berani tentang bagaimana cara bersikap saat menemui atau bahkan jika mereka menjadi korban intoleransi. Edukasi ini bertujuan untuk menciptakan ruang kelas yang aman dan nyaman, sehingga setiap siswa merasa terlindungi dari tindakan diskriminasi.

Guna memastikan pesan tersampaikan dengan efektif, sosialisasi ini dikemas melalui permainan edukasi yang interaktif. Siswa diberikan potongan kertas berisi deskripsi sikap atau perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Tugas mereka adalah menentukan kategori sikap tersebut, kemudian menempelkannya pada papan bertuliskan “Toleransi” atau “Intoleransi”.

Permainan ini berfungsi sebagai alat uji pemahaman untuk melihat sejauh mana siswa mampu membedakan nilai-nilai moral secara mandiri. Suasana kelas tampak ceria saat para siswa berlomba-lomba memberikan analisis mereka terhadap setiap kertas yang dipegang. Melalui metode ini, materi yang bersifat teoretis berubah menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan mudah diingat.

Kehadiran mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 di MI An-Nur mendapatkan sambutan yang hangat. Kepala madrasah, jajaran guru, hingga para siswa khusunya kelas 5B menyambut baik inisiatif mahasiswa. Kolaborasi ini dinilai sangat tepat waktu dan relevan dengan tantangan pendidikan karakter di lingkungan madrasah saat ini.

Apresiasi mendalam disampaikan oleh Wali Kelas 5B MI An-Nur. Menurut beliau, kegiatan ini sangat membantu tugas guru dalam membina akhlak siswa secara langsung. “Saya sangat senang dan berterima kasih atas kehadiran KKN UPGRIS di MI An-Nur, khususnya di kelas 5B. Saya merasa sosialisasi anti-intoleransi ini sangat penting dan bermanfaat,” ungkap wali kelas 5B tersebut.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa fenomena intoleransi ringan masih kerap terjadi di kalangan anak-anak. “Kegiatan ini sangat dibutuhkan karena di sini anak-anak masih sering ditemukan saling mengejek teman di kelas. Dengan adanya sosialisasi anti intoleransi ini, mudah-mudahan anak-anak kini mulai memahami bahwa tindakan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata intoleransi yang tidak patut dilakukan,” tuturnya mengakhiri sesi wawancara.

Menutup rangkaian kegiatan, pihak MI An-Nur menyatakan selalu siap untuk kerja sama di masa mendatang. Madrasah berharap kolaborasi dengan KKN UPGRIS dapat terus terjalin dalam berbagai program edukasi lainnya, demi mencetak generasi yang cerdas secara akademik dan santun dalam berperilaku.

Editor: Handayat

Tag