JATENGKU.COM,, Klaten — Tim KKN Reguler 92 UNDIP 2026 di Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, mengambil peran aktif dalam mendorong perubahan masalah persampahan melalui program “SI GEMAS” atau (Sosialisasi Gerakan Memilah Sampah) berupa sosialisasi dan pendampingan pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat pada Sabtu (17/01/2026).
Program SI GEMAS tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan Desa Gondangan, tetapi juga mengajak masyarakat, khususnya warga Dukuh Lusah RW 15 RT 27 dan 28 untuk melihat sampah organik sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Langkah kecil namun berkelanjutan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif demi terciptanya lingkungan desa yang lebih sehat dan berkelanjutan
Dalam pelaksanaannya, warga bersama tim KKN melakukan uji coba alat pengolahan sampah. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun-daunan diolah menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian rumah tangga, sementara sampah nonorganik seperti plastik dipilah untuk didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi.
Selain itu, program ini juga disertai pendampingan teknis kepada warga, mulai dari edukasi pemilahan sampah, pengoperasian alat, hingga pengelolaan hasil olahan sampah agar sistem yang dibangun dapat berjalan secara berkelanjutan.
Untuk mengoptimalisasikan pelaksanaan program, tim KKN melakukan pemetaan lokasi pengumpulan sampah. Pemetaan dilakukan melalui survei langsung di lapangan guna memastikan lokasi yang strategis dan mudah diakses oleh masyarakat.
Melalui pemetaan ini, sistem pengelolaan sampah diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan terkoordinasi, baik untuk sampah organik maupun non-organik. Langkah ini menjadi upaya awal dalam meningkatkan efektivitas pengumpulan sampah serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
Selain praktik pengolahan sampah, warga juga mendapatkan pemahaman mengenai perhitungan sederhana biaya dan manfaat pengelolaan sampah organik, mulai dari tahap pengumpulan sampah rumah tangga, proses pengolahan, hingga potensi hasil yang dapat dimanfaatkan.
Materi disampaikan dengan pendekatan praktis dan contoh langsung agar mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, warga juga diajak untuk menyusun sistem tabungan sampah sederhana dengan pencatatan manual, sehingga dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memerlukan teknologi digital.
Ketua Kelompok Wanita Tani Desa Gondangan, Ibu Ariyani, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program SI GEMAS. Menurutnya, ini memberikan pemahaman baru bagi masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga. “Program ini benar-benar membuka mata kami tentang besarnya potensi yang bisa dikembangkan dari sampah. Sekarang kami tidak hanya memahami cara mengelola sampah dengan baik, tetapi juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan serta memperkuat ketahanan wilayah Desa Gondangan,” ujarnya.
Melalui program SI GEMAS, Tim KKN UNDIP 92 berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat Desa Gondangan dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan produktif.







