JATENGKU.COM, Semarang – Di tengah dinamika era digital, Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) tunjukkan komitmen kuat pelestarian budaya Jawa Tengah melalui 11th Festival Komukino dengan tema “Jateng Ayem” yang sukses digelar pada Kamis (18/12/2025), di Auditorium Ir. Widjatmoko, Universitas Semarang.
Festival budaya tahunan ini diikuti enam Karesidenan Jawa Tengah yakni Karesidenan Banyumas, Karesidenan Semarang, Karesidenan Surakarta, Karesidenan Pati, Karesidenan Kedu, dan Karesidenan Pekalongan. Beragam rangkaian kegiatan seperti pertunjukan seni, festival kuliner khas Jawa Tengah, kompetisi kreatif, pameran budaya dan nandur rasa turut memeriahkan acara 11th Festival Komukino 2025.
Tidak hanya penampilan di atas panggung, setiap Karesidenan juga menyediakan booth interaktif yang dapat dikunjungi. Salah satu booth yang menarik perhatian pengunjung adalah milik Karesidenan Banyumas dengan menghadirkan nuansa klasik autentik pengunjung diajak belajar budaya Jawa lewat banner yang ditempel di papan informasi dan modular display stand, didampingi tour guide untuk membantu menjelaskan materi.

Dalam booth Karesidenan Banyumas juga disajikan kuliner khas seperti es dawet Bangjo dengan inovasi berupa tambahan buah naga pada santan dan sagu mutiara sebagai topping, serta mendoan crispy pedas manis lengkap dengan nasi putih daun jeruk, selada, dan daun bawang.
Aktivitas di booth Karesidenan Banyumas semakin menarik bagi pengunjung dengan adanya permainan tebak-tebakan budaya Jawa berhadiah souvenir bumbu dapur serta game tarik tali berhadiah snack ringan dan botol minum. Booth ini juga memamerkan hasil bumi seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan makanan Buntil khas Banyumas.
Dekorasi gapura bambu dengan beratap janur dan tampah lukis ciptakan suasana tradisional. Berkat totalitasnya, booth Karesidenan Banyumas masuk dalam nominasi kategori booth terbaik Festival Komukino 2025.
“Menurutku, booth Karesidenan Banyumas lebih totalitas. Booth lain banyak pakai styrofoam, sementara Karesidenan Banyumas berani menggunakan bahan alami seperti bambu dan kayu. Jadi, aku tertarik berkunjung ke sana,” ujar Dika, salah satu pengunjung booth Karesidenan Banyumas Komukino 2025.
Acara 11th Festival Komukino berhasil menjadi wadah bagi generasi muda untuk melestarikan, mengeksplorasi dan menginovasi kearifan budaya lokal Jawa Tengah secara kreatif, serta memperkuat rasa kebersamaan antar Karesidenan. Festival ini tidak hanya merayakan keberagaman Karesidenan, tapi juga mendorong kolaborasi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang dengan komunitas lokal untuk adaptasi budaya Jawa Tengah.









