JATENGKU.COM, Semarang — Festival Budaya Komukino 2025 akan menampilkan kesenian dan inovasi kuliner dari berbagai Karesidenan. Salah satunya adalah Karesidenan Surakarta. Untuk pertunjukan seni, Karesidenan Surakarta memilih untuk menampilkan Wayang Orang dengan membawakan kisah adaptasi dari cerita rakyat berjudul “Bargowo”.

Karesidenan Surakarta secara profesional menghadirkan pertunjukan ini dengan menyewa Sanggar Jatiwayang, dan menegaskan bahwa tidak ada mahasiswa yang terlibat langsung dalam kesenian tersebut.

Wakil Ketua Karesidenan Surakarta, Alifansyah Ariyanto, menjelaskan bahwa tim Surakarta memutuskan untuk tidak melibatkan mahasiswa dalam pementasan kesenian ini, melainkan secara khusus menyewa sanggar profesional. “Kami nge hire dari luar dan nggak ada sama sekali mahasiswa yang ikut kesenian itu,” ujar Alifansyah. Sanggar resmi yang didatangkan untuk membawakan Wayang Orang “Bargowo” adalah Sanggar Jatiwayang.

“Alifansyah Ariyanto, Wakil Ketua Karesidenan Surakarta, mengungkapkan bahwa ide untuk membawakan cerita ‘Bargowo’ berasal dari saran pihak sanggar sendiri, karena mereka harus mempertimbangkan total waktu performance yang hanya dialokasikan selama 80 menit. Ia menjelaskan pembagian waktunya rinci: 20 menit pertama digunakan untuk menata barang dan perlengkapan lainnya, 40 menit untuk pertunjukan ‘Bargowo’, dan 20 menit sisanya untuk membersihkan area (clear up). Lebih lanjut, Alifansyah menegaskan bahwa semua kebutuhan untuk pertunjukan, termasuk peralatan, disiapkan oleh pihak Sanggar Jatiwayang, meskipun divisi performance dari tim Komukino juga ikut membantu.”

Karesidenan Surakarta secara profesional menghadirkan pertunjukan ini dengan menyewa Sanggar Jatiwayang, dan menegaskan bahwa tidak ada mahasiswa yang terlibat langsung dalam kesenian tersebut.

Wakil Ketua Karesidenan Surakarta, Alifansyah Ariyanto, juga menjelaskan inovasi kuliner yang akan mereka sajikan. “Untuk makanan, kebetulan Karesidenan Surakarta ada inovasi, kami menyediakan Bursello, atau ‘Burger Selat Solo’. Jadi, nanti Bursello tidak akan meninggalkan esensi Selat Solo, dengan bentuk yang berbeda tetapi dengan rasa yang sama seperti Selat Solo.”

Selain makanan, inovasi juga hadir pada minuman. Tim Surakarta akan memperkenalkan “Susu Soda Gembira”. Minuman segar ini merupakan perpaduan unik yang dibuat dari susu asli Boyolali, inovasi soda, dan ditambah dengan jeli.

Kehadiran Karesidenan Surakarta di Komukino 2025 ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan kekayaan seni Wayang Orang, tetapi juga menunjukkan kreativitas anak muda dalam mengolah warisan kuliner menjadi sajian yang menarik dan relevan bagi generasi kini.

Editor: Handayat