JATENGKU.COM, KARANGSARIMahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Program Studi Kimia Universitas Diponegoro menghadirkan inovasi baru dalam mendukung produktivitas UMKM telur asin di Desa Karangsari. Melalui program “Pembuatan Larutan Ekstrak Herbal Sebagai Pakan Tambahan Hewan Ternak”, mahasiswa berupaya membantu peternak bebek agar memiliki pakan alami yang sehat, murah, dan mudah dibuat.

Program ini bermula dari permasalahan yang sering dialami pelaku UMKM, yaitu ketergantungan pada suplemen pabrikan yang harganya relatif mahal dan sulit dijangkau di desa. Dengan adanya larutan ekstrak herbal, peternak bisa meningkatkan kesehatan ternak secara alami tanpa biaya besar.

Ramuan Herbal Lokal

Bahan yang digunakan merupakan tumbuhan lokal yang mudah ditemukan di sekitar Karangsari, seperti:

  • Daun kenikir (100 g): kaya antioksidan, antibakteri, dan vitamin.
  • Daun pepaya (100 g): mengandung enzim papain untuk menambah nafsu makan.
  • Temulawak (50 g): bersifat anti-inflamasi dan menjaga kesehatan liver.
  • Kunyit (50 g): antiseptik alami sekaligus penambah nafsu makan.
  • Air bersih (1 liter): pelarut utama.

Bahan tambahan opsional berupa EM4 peternakan dan molase dapat digunakan untuk proses fermentasi sehingga memperpanjang masa simpan.

Cara Pembuatan

Dalam pelatihan, mahasiswa menunjukkan cara sederhana mengolah bahan herbal tersebut. Semua bahan dicuci bersih, dipotong kecil, lalu dihaluskan dengan blender bersama air hingga menjadi bubur cair. Hasilnya disaring menggunakan saringan, ditambahkan air 1L, kemudian bisa langsung digunakan atau difermentasi 1–3 hari untuk memperkaya kandungan mikrobanya. Larutan ini dapat disimpan hingga 1 minggu tanpa fermentasi, atau 2–4 minggu jika difermentasi, asalkan ditempatkan dalam wadah bersih dan tertutup rapat.

Pencacahan Bahan 
Pencampuran Bahan Dengan Blender

Cara Pemakaian pada Ternak

Untuk itik, cukup mencampurkan 30–50 mL ekstrak herbal ke dalam 1 liter air minum, diberikan 1–2 kali per minggu. Formulasi ini terbukti membantu meningkatkan nafsu makan, daya tahan tubuh, dan kesehatan pencernaan bebek, sehingga berdampak positif pada kualitas produksi telur asin.

Antusiasme UMKM Telur Asin

Program ini disambut positif oleh salah satu pelaku UMKM telur asin di Karangsari. Mereka menilai larutan herbal ini bisa menjadi solusi murah, praktis, sekaligus lebih alami dibanding pakan tambahan berbahan kimia.

“Biasanya kami harus membeli vitamin tambahan untuk bebek dengan harga lumayan tinggi. Dengan adanya ramuan herbal ini, kami bisa memanfaatkan tanaman sekitar sekaligus menjaga kesehatan ternak,” ungkap pelaku UMKM.

Mahasiswa pelaksana proker, Angelina Vica, juga menyampaikan harapannya:

“Saya ingin menunjukkan bahwa ilmu kimia tidak hanya sebatas teori di laboratorium, tetapi juga bisa langsung membantu masyarakat. Melalui ekstrak herbal ini, saya berharap UMKM telur asin di Karangsari lebih mandiri, sehat, dan tetap produktif,” ujarnya.

Sains untuk Kemandirian Desa

Melalui proker ini, mahasiswa KKN Prodi Kimia Undip membuktikan bahwa sains dapat membantu memberdayakan masyarakat desa, terutama pelaku UMKM. Ekstrak herbal yang sederhana namun efektif ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi UMKM.

Pelaksanaan program ini melibatkan tim dosen pelaksana, yakni Triyono, S.H., M.Kn. dan Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi. dari Universitas Diponegoro, bersama Dr. Mastur, S.H., M.H. dari Universitas Wahid Hasyim, dengan pendamping lapangan Hafiz Rama Devara, M.T.

Tim pengabdian menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan pendanaan melalui kontrak Nomor 062/C3/DT.05.00/PM/2025 (kontrak induk) serta Nomor 360-01/UN7.D2.1/PM/V/2025 (kontrak turunan). Dukungan ini menjadi landasan penting dalam pelaksanaan program pemberdayaan di Karangsari, sekaligus membuktikan bahwa inovasi sederhana yang dilaksanakan secara kolaboratif dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemandirian ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Selain itu, tim juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, mitra UMKM, serta seluruh masyarakat Karangsari atas partisipasi aktif dan dukungan yang telah diberikan, sehingga program ini dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Editor: Handayat