JATENGKU.COM, PUNJULHARJO – Desa Punjulharjo kembali menghadirkan gebrakan budaya melalui pergelaran drama musikal bertajuk “The Untold Story of Punjulharjo” pada Jumat (15/8/2025) di Edupark Situs Perahu Kuno Punjulharjo Rembang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi warga desa untuk mengembangkan minat dan bakatnya di bidang kesenian.
Kegiatan ini merupakan hasil pelatihan dari Program Desa Binaan (PDB) Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Ivet (Unisvet) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, melalui kontrak nomor: 062/C3/DT.05.00/PM/2025 (kontrak induk) dan nomor: 360-15/UN7.D2.1/PM/V/2025 (kontrak turunan). Drama musikal ini lahir dari pelatihan intensif dalam rangkaian kegiatan PDB yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat Desa Punjulharjo.
Drama musikal ini mengangkat perjalanan sejarah Punjulharjo dari masa lampau hingga era modern, dikemas dalam alur legenda yang sarat nilai gotong royong dan kearifan lokal. Pertunjukan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, melainkan juga media edukasi yang memperkenalkan kekayaan budaya Punjulharjo sebagai destinasi wisata berbasis sejarah, seni, dan tradisi.
Pementasan semakin hidup dengan kolaborasi seni tari, di antaranya Tari Kepak yang melambangkan kerukunan dan keberagaman, Tari Andrawina yang menggambarkan penyambutan tamu, serta Tari Kesemsem Punjulharjo sebagai penampilan khas desa. Sementara itu, drama “Wong Aseng” berhasil mencuri perhatian dan menghadirkan tawa sekaligus kekaguman penonton.
Selain itu, pementasan ini juga merepresentasikan hasil nyata implementasi Program PDB, seperti penyediaan pakaian tari dan perlengkapannya, penggunaan peralatan drum elektrik untuk menunjang musik pengiring, serta penataan ulang Edupark Situs Perahu Kuno yang kini tampil lebih menarik, tidak hanya pada siang hari tetapi juga malam hari berkat pemasangan lampu-lampu penerangan taman.
Kegiatan seni ini juga melibatkan 12 mahasiswa dari Universitas Diponegoro dan 5 mahasiswa dari Universitas Ivet yang berperan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Program PDB ini dilaksanakan oleh tim pelaksana yaitu Dr. Fuad Muhammad, S.Si., M.Si. dan Triyono, S.H., M.Kn. dari Universitas Diponegoro, serta Rangga Fajar Abdillah, S.T., M.Ling. dari Universitas Ivet, dengan pendampingan lapangan oleh Hafiz Rama Devara, S.Tr.T., M.T.
Program seni ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi dan pengembangan keterampilan warga, tetapi juga memperkuat identitas budaya Punjulharjo agar tetap lestari dan mampu bersaing sebagai Niche Market Destination di Kabupaten Rembang.
Fuad Muhammad selaku Ketua Tim menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan pendanaan yang telah memungkinkan program ini terlaksana dengan baik.











