JATENGKU.COM, SEMARANG – Pada acara puncak kegiatan KKN Tematik Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) berkolaborasi dengan Universitas PGRI Semarang (Upgris) menggelar pameran karya inovasi produk peternakan sekaligus pelatihan bersama para peternak di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga yang antusias berdiskusi dan mempraktikkan langsung pembuatan berbagai produk pendukung peningkatan kualitas hasil peternakan.

Pelatihan pembuatan produk inovasi peternakan seperti pupuk kandang dan POC, MBM, dan amofer oleh mahasiswa KKN-T Program Kemdiktisaintek kepada seluruh peternak di Desa Kesongo
Mahasiswa KKN melakukan demonstrasi pembuatan pupuk berkualitas Desa Kesongo.

Acara ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek, sebagai upaya konkret untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas peternak melalui penerapan inovasi dan teknologi tepat guna.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Hari Susanta Nugraha, S.Sos., M.Si. selaku ketua tim pelaksana dan dosen pembimbing, dengan anggota dosen Ir. Kustopo Budiraharjo, M.P. dan Dr. Bayu Kurniawan, S.Kom., M.M., serta didampingi oleh pendamping lapangan Hafiz Rama Devara, S.Tr.T., M.T. yang turut memastikan kelancaran pelaksanaan di lapangan.

Hasil karya Inovatif Tim KKN-T Program Kemendiktisaintek; POC dan pupuk kandang, amofer, MBM, serta mesin pencacah yang dipamerkan
Produk gelar karya dari hasil peternakan berupa pupuk berkualitas, MBM, molases, mesin pencacah rumput dan mesin pencacah kohe oleh mahasiswa KKN.

Dr. Hari menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi wujud kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat. “Melalui Program PMM ini, tim KKN Undip dan Upgris berupaya memastikan inovasi dan teknologi tepat guna dapat dimanfaatkan langsung oleh para peternak. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Hari juga menyampaikan apresiasi kepada DPPM Kemdiktisaintek yang telah mendanai kegiatan ini melalui Program PMM dengan Nomor Kontrak Induk: 062/C3/DT.05.00/PM/2025 dan Nomor Kontrak Turunan: 360-02/UN7.D2.1/PM/V/2025. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada LPPM Undip dan LPPM Upgris atas pendampingan, arahan, dan dukungan penuh sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Kesongo.

Terdapat lima produk inovasi yang dipamerkan dalam kegiatan ini, yaitu:

  1. Pupuk organik berkualitas
  2. MBM (Molases Mineral Block)
  3. AMOFER (Amoniasi dan Fermentasi)
  4. Mesin pencacah rumput
  5. Mesin pencacah kotoran kambing

Menurut Dr. Hari, Desa Kesongo memiliki potensi menjanjikan di sektor peternakan. “Perubahan dari pola tradisional menuju modern menjadi langkah nyata yang sedikit demi sedikit membuka harapan para peternak dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonominya,” tambahnya.

Pelatihan ini diikuti oleh 25 peternak, sebagian besar anggota Kelompok Tani Ternak (KTT) Ayem Tentrem, yang juga menjadi area percontohan (pilot project) pengembangan program melalui serangkaian uji coba dan penyempurnaan.

Koordinator tim peternak KKN, Frizar, menyampaikan apresiasinya kepada pihak lokal. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wagyo selaku Ketua KTT Ayem Tentrem yang telah mengizinkan kami berkarya dan menjalankan program kerja di kandang kambingnya, serta kepada Bapak Hasyim yang telah mendampingi kami dalam mengatasi permasalahan di kandang. Terima kasih juga kepada seluruh anggota KTT Ayem Tentrem yang senantiasa berdiskusi dan bekerja sama dengan kami,” ujarnya.

Dalam pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi tentang manajemen dan pengelolaan peternakan, tetapi juga mengikuti demonstrasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), pupuk kandang, AMOFER, dan MBM. Ketua KTT Ayem Tentrem, Wagyo, menyambut baik kegiatan ini. “Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal yang bagus bagi para peternak di Desa Kesongo, dan kami sangat berterima kasih atas bantuan serta kehadiran mas dan mbak KKN di kandang kami,” tuturnya.

Penyerahan secara simbolis oleh kepala desa kesongo berupa mesin pencacah rumput dan mesin pencacah kohe kepada ketua KTT Ayem Tentrem.

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, kegiatan ini ditutup dengan penyerahan simbolis mesin pencacah rumput dan mesin pencacah kotoran kambing oleh Kepala Desa Kesongo, Supriyadi, S.Pd., dengan harapan program dapat berjalan secara mandiri, berkelanjutan, dan memberikan manfaat optimal bagi peternak di Desa Kesongo.

Penulis: Devis Saputra

Editor: Handayat