Grobogan, 16 Juli 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro yang tergabung dalam kelompok 4 KKN-T IDBU 69 melaksanakan program kerja bertajuk “Prototype Pemisahan Maggot Siap Panen dan Prepupa untuk Meningkatkan Efisiensi Budidaya BSF” di Desa Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan.
Daur hidup maggot salah satunya yaitu prepupa, pada fase ini maggot sudah tidak membutuhkan makan lagi. Mereka cenderung mencari tempat kering dan ciri lain yang dapat dikenali yaitu warna tubuh dari maggot tersebut menjadi kehitaman. Saat maggot sudah memasuki fase ini harus segera dipisahkan dari maggot yang masih aktif makan. Maggot yang sudah berwarna kehitaman ini kemudian dipindahkan ke dalam insektarium. Prepupa tersebut kemudian akan berubah jadi lalat BSF.
Rumah maggot di Desa Sugihmanik masih manual dalam pemisahan maggot dengan prepupa sehingga menghabiskan banyak waktu. Akhirnya ditemukan cara untuk memudahkan dalam pemisahan yaitu pembuatan prototype. Kegiatan ini melibatkan 10 orang mahasiswa dari kelompok 4 di bawah bimbingan Prof. Sri Hartini, ST., MT. dalam melakukan konsep perancangan dan pembuatan.
Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan prototype ini yaitu solder, box storage, toples 300 ml, dan selang Ac. Langkah pembuatannya lubangi box storage dan toples dengan solder sebesar ukuran selang ac yang digunakan. Kemudian potong selang ac dengan panjang 50 cm. Langkah terakhir tinggal memasangkan selang ac pada lubang box storage dan toples. Langkah kerja dari prototype ini yaitu ketika maggot yang sudah memasuki fase prepupa akan bergerak sendiri melalui selang ac yang terpasang kemudian bergerak hingga ujung dan masuk ke toples. Ketika toples sudah penuh maka dapat dipindahkan prepupa tersebut ke dalam insektarium.
Salah satu anggota tim, Istikomah, mengatakan bahwa prototype ini sangat menjawab keresahan dalam budidaya maggot ketika memasuki fase pemisahan antara maggot dan prepupa.
“Sebelumnya kita memisahkan antara maggot dengan prepupa secara manual sehingga membutuhkan tenaga dan waktu yang banyak, tetapi sekarang sudah ada prototype pemisahan ini sehingga lebih cepat dan efisien waktu.” ujar Istikomah, mahasiswi Teknik Lingkungan Undip.
Sementara itu, Keumala Tarie Phonna turut mendukung adanya pembuatan prototype ini karena dapat mengoptimalkan dalam budidaya maggot.
“Wah prototype ini sangatlah membantu para pembudidaya maggot apalagi dalam sekala besar tidak mungkin akan melakukan pemisahan prepupa secara manual. Dengan adanya prototype ini jadi mudah, tinggal lepasin aja toplesnya dari tutup dan taruh prepupa ke dalam insektarium, ga perlu lagi tuh milah secara manual,” ucap Keumala Tarie Phonna.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN berharap prototype yang dirancang dapat membantu dalam pengoptimalan budidaya maggot ketika memasuki fase pemisahan antara maggot dengan prepupa.











