JATENGKU.COM, SEMARANG — Tim KKN-T Universitas Diponegoro (UNDIP) 166 menghadirkan program unggulan bertajuk Greencycle, sebuah  inovasi berbasis ekonomi sirkular yang mengintegrasikan pengelolaan sampah organik, budidaya ternak, dan teknologi tepat guna di Fakultas Teknik UNDIP, Tembalang. Program ini juga merupakan salah satu bagian dari Kegiatan Program WCU & SDG’S FT UNDIP.

Limbah organik seperti sisa makanan dari kantin dan rumah kos di sekitar kampus dikumpulkan dan diolah menjadi pakan bagi maggot (Larva Black Soldier Fly). Maggot tersebut kemudian dijadikan pakan berkualitas tinggi untuk budidaya lele dan ayam. Proses ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan tiga produk utama:

  • Maggot kering hasil oven, kaya protein, digunakan sebagai pakan alternatif untuk ternak.
  • Lele marinasi siap masak, hasil budidaya lele yang telah dibumbui untuk siap dikonsumsi.
  • Kasgot, yaitu sisa hasil penguraian limbah oleh maggot berupa tanah hitam kaya nutrisi.

Salah satu produk yakni Kasgot merupakan produk berbentuk tanah gembur berwarna hitam yang dihasilkan dari sisa limbah setelah dicerna oleh maggot. Kasgot sangat bermanfaat sebagai pupuk organik alami karena mengandung unsur hara tinggi yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Di lingkungan kampus, kasgot ini digunakan untuk menyuburkan taman dan tanaman hias di area Fakultas Teknik Undip.

Menariknya, Greencycle juga dilengkapi dengan inovasi sistem pakan otomatis untuk lele yang dirancang oleh salah satu anggota tim. Sistem ini menggunakan Arduino Uno, sensor RTC (Real-Time Clock), dan motor servo, yang memungkinkan pemberian pakan secara otomatis pada jam-jam tertentu tanpa harus dilakukan secara manual. Teknologi ini mempermudah proses budidaya, menjaga efisiensi waktu, serta memperkenalkan teknologi mikro kepada masyarakat dan civitas kampus.

“Program ini bisa menjadi media pembelajaran langsung bagi civitas akademika FT dan tim KKN tentang pentingnya pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan dan bisa terbentuk komunitas peduli lingkungan skala kecil yang sadar akan pentingnya daur ulang sampah organik,” Ungkap Zarkisy selaku koordinator program kerja Green Cycle.

Dengan pendekatan yang menyeluruh, Greencycle menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan limbah bukan sekadar upaya mengurangi sampah, tetapi bisa menjadi sistem produksi pangan terpadu, menciptakan produk bernilai ekonomis, dan sekaligus menjadi sarana edukasi teknologi.

Program ini diinisiasi oleh Mahasiswa/i KKN Tematik Tim 166 dan Dosen Pembimbing yang terdiri dari tiga dosen pembimbing, yaitu Ibu Dr. Ling Ir. Sri Sumiyati, S.T., M.Si., IPM., ASEAN Eng.; Ibu Dr. Ir. Anik Sarminingsih, M.T., IPM., ASEAN Eng.; serta Bapak Adnan Fauzi, S.T., M.Kom.

Editor: Handayat