JATENGKU.COM, PEMALANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Diponegoro (UNDIP) tim 132 di Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang berhasil menciptakan inovasi produk yang ramah lingkungan dan ekonomis. Melalui program kerja yang fokus pada pemanfaatan limbah dan potensi lokal, mereka mengolah ampas kopi dan bubuk kayu manis menjadi sabun batang yang memiliki banyak manfaat untuk perawatan kulit.
Program pembuatan sabun ini dilatarbelakangi oleh dua hal utama. Pertama, besarnya jumlah limbah ampas kopi dari UMKM dan rumah tangga di desa yang sering kali hanya dibuang. Padahal, ampas kopi dikenal kaya akan antioksidan dan memiliki tekstur yang baik sebagai scrub alami untuk mengangkat sel kulit mati. Kedua, pemanfaatan bubuk kayu manis, rempah yang mudah didapat, untuk menambah aroma relaksasi sekaligus sifat antibakteri pada sabun.
Tujuan dari program ini tidak hanya sebatas menciptakan produk, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat setempat mengenai potensi ekonomi dari limbah dan bahan alami. “Kami ingin menunjukkan bahwa barang yang sering dianggap sampah bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai tinggi, baik secara fungsional maupun ekonomis,” ujar Nadia, mahasiswi Undip.
Proses pembuatan sabun ini dirancang agar mudah dan aman dipraktikkan oleh warga, menggunakan metode melt and pour yang sederhana. Langkah pertama adalah menyiapkan base sabun siap pakai yang dipotong kecil-kecil, lalu dilelehkan menggunakan metode tim ganda (double boiler) di atas api sedang hingga mencair sepenuhnya.
Setelah base sabun mencair, masukkan bahan-bahan utama lainnya secara bertahap. Tambahkan minyak zaitun sebagai pelembap alami, ampas kopi yang berfungsi sebagai eksfoliator untuk mengangkat sel kulit mati, dan bubuk kayu manis untuk memberikan aroma relaksasi dan sifat antibakteri. Aduk semua bahan dengan cepat hingga tercampur merata.
Agar sabun memiliki aroma yang lebih harum dan menenangkan, teteskan beberapa tetes essential oil pilihan. Setelah semua bahan tercampur, tuang adonan sabun yang masih cair ke dalam cetakan yang telah disiapkan. Biarkan adonan mengeras pada suhu ruangan selama beberapa jam. Setelah mengeras sempurna, sabun dapat dikeluarkan dari cetakan, dan produk pun siap untuk digunakan atau dikemas.

Sabun batang dari ampas kopi dan bubuk kayu manis ini menawarkan berbagai manfaat. Tekstur ampas kopi berfungsi sebagai eksfoliator alami yang membantu menghaluskan kulit, sementara bubuk kayu manis memberikan aroma yang menenangkan dan memiliki sifat antibakteri.
Dampak dari program ini dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Selain menghasilkan produk yang inovatif, kegiatan ini juga memberikan pelatihan keterampilan kepada UMKM Kopi di Desa selaku mitra KKN. Dengan demikian, diharapkan mereka dapat memproduksi sabun ini secara mandiri sebagai usaha mikro, menciptakan peluang ekonomi baru, dan berkontribusi pada pengelolaan limbah yang lebih baik di lingkungan mereka.










