JATENGKU.COM, KLATEN – Kelompok 3 dari program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN‑T) IDBU 44 Universitas Diponegoro mengimplementasikan strategi publikasi kreatif untuk mendukung promosi produk UMKM di Desa Gatak pada Selasa (29/7/2025).

Di era digital saat ini, optimalisasi media publikasi melalui fotografi, blog, QR Code, dan banner menjadi kebutuhan penting agar UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas serta meningkatkan daya saing produk.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan beberapa strategi publikasi, antara lain pembuatan konten fotografi produk yang menarik, pengelolaan blog sebagai media pemasaran digital, penggunaan QR Code untuk mempermudah akses informasi, serta pemasangan banner sebagai sarana promosi fisik di lokasi strategis.

Branding membantu menciptakan identitas visual maupun nilai-nilai unik yang membedakan sebuah merek dari pesaingnya. Ini memungkinkan konsumen mengenali dan mengingat merek tersebut secara konsisten.

Desain banner UMKM yang efektif menggabungkan elemen visual dan informasi secara harmonis. Pada bagian atas banner, terdapat foto produk yang menarik perhatian, disertai dengan nama penjual yang jelas dan mudah dibaca. Di sisi kanan bawah, terdapat QR Code yang dapat dipindai oleh pelanggan menggunakan ponsel pintar mereka. QR Code ini mengarah langsung ke blog yang berisi informasi lengkap tentang produk, gmaps, serta nomor telepon yang dapat dihubungi untuk pemesanan atau pertanyaan lebih lanjut.

Bu Santi dan Pak Didik menjadi sasaran utama dalam program kerja ini. “Terima kasih mbak, atas adanya banner ini saya merasa terbantu dalam bidang pemasaran, agar lebih dikenal dan menarik dimata konsumen”. Ujar Bu Santi.

Selain itu, Ketua Kelompok 3 menyampaikan bahwa optimalisasi media publikasi ini dirancang agar UMKM mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan era digital tanpa meninggalkan promosi konvensional. “Kami ingin pelaku usaha lokal dapat lebih mudah memperkenalkan produk mereka, baik secara online melalui blog dan QR Code, maupun secara offline dengan banner dan visual fotografi,” ujar Aiss.

Sasaran UMKM setempat yaitu Bu Santi dan Pak Didik menyambut positif inisiatif tersebut. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan UMKM mampu mengoptimalkan strategi publikasi serta lebih siap menghadapi tantangan era digital.

“ Saya sangat terbantu mbak atas program yang kalian berikan, karena dengan adanya banner ini grobak saya jadi lebih menarik.” ujar Pak Didik.

Mereka menilai program ini memberikan nilai tambah dalam memperkenalkan produk kepada konsumen sekaligus memperkuat citra usaha.

Editor: Handayat