JATENGKU.COM, KAB. SEMARANG — Pada Kamis (14/8) kegiatan sosial masyarakat dilaksanakan di TPQ Al Muttaqim, Dusun Dersan Kulon, Desa Dersansari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini menyasar pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna dengan tujuan membekali mereka pengetahuan dan keterampilan yang dapat menunjang kemandirian ekonomi serta pengembangan potensi desa.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh sekelompok mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dersansari. Salah satunya adalah Rahmasari Indah Nur Chofifah (Rahma), mahasiswa jurusan Agribisnis, yang memberikan penyuluhan dengan tema “Penguatan Kewirausahaan Berbasis Agribisnis untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi Generasi Muda.”

Rahma menekankan berbagai peluang usaha yang dapat dikembangkan oleh pemuda lokal berdasarkan potensi dan sumber daya yang ada di desa, serta menyampaikan pentingnya pengelolaan biaya yang efektif melalui pemahaman berbagai sumber pendapatan dan pendanaan usaha.

Sementara itu, Indah Felicia Sihombing (Indah) dari jurusan Akuntansi, memaparkan materi mengenai “Manajemen Risiko” yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana cara mengidentifikasi risiko hingga berbagai jenis risiko dalam berwirausaha. Hal ini dianggap krusial agar pemuda dapat menganalisis skala probabilitas dampaknya apabila risiko itu terjadi.

Di sisi lain, Maheswari Aura Octaviona (Vivi), mahasiswa jurusan Teknik Listrik Industri memberikan penyuluhan bertajuk “Instalasi Listrik Sederhana dan Hemat Energi.” Vivi menjelaskan konsep dasar instalasi listrik, prinsip kerja sistem kelistrikan, skema dasar instalasi, serta pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya listrik. Materi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan teknis pemuda dalam pemanfaatan energi yang aman dan efisien.

Salah satu peserta kegiatan, Angga, menyampaikan antusiasmenya, “Sebagai pemuda desa, saya sangat tertarik dan senang dengan pembahasan yang dibawakan oleh para mahasiswa. Materi yang disampaikan sangat relevan dan membuka wawasan baru bagi kami. Saya berharap semua peserta yang hadir hari ini dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dan terinspirasi untuk mengembangkan potensi yang ada di desa kami.”

Kegiatan ini merupakan wujud nyata transfer ilmu pengetahuan dari mahasiswa kepada pemuda desa melalui Karang Taruna, yang merupakan wadah pengembangan generasi muda sebagai calon penerus bangsa. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi tambahan wawasan baru tetapi juga mampu membuka ruang diskusi yang konstruktif dan inspiratif bagi para pemuda untuk mengembangkan kemampuan dan kreatifitas mereka.

Dengan penggabungan tema yang beragam namun terarah, inisiatif ini mencerminkan upaya kolaboratif untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia desa dengan pendekatan berbasis ilmu dan keahlian sesuai bidang masing-masing. Keseluruhan proses pembelajaran ini turut berperan mendorong terciptanya kemandirian ekonomi generasi muda desa Dersansari serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Editor: Handayat