JATENGKU.COM, Cluwuk – Ruang publik Desa Cluwuk kini tampil beda. Yang dulunya terabaikan dan kurang nyaman, kini berubah menjadi taman desa yang tertata rapi, informatif, dan ramah lingkungan berkat sentuhan mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) Tim 1 Sub-Tim 65 bersama warga setempat.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Tim 1 Sub-Tim 65, Firjatullah Evan Saputra dari Undip, aktif mendampingi masyarakat Desa Cluwuk dalam program revitalisasi ruang publik berbasis energi terbarukan. Kegiatan ini bertujuan merevitalisasi taman desa agar lebih tertata, nyaman, informatif, dan ramah lingkungan sehingga dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

Dipimpin oleh Kepala Desa Cluwuk, Bapak Ra’adi, serta dibimbing Dosen Pembimbing KKN, Bapak Luthfie, program ini mendapat dukungan penuh dari warga. Rangkaian kegiatan dimulai pada tahap persiapan selama satu minggu dengan penyusunan desain layout taman desa, peta geografis lahan, penunjuk arah lokasi, serta perencanaan penerangan berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT). Di sinilah peran Firjatullah Evan Saputra, mahasiswa KKN Undip, menjadi kunci. Firja bertanggung jawab atas proses pengelasan kerangka besi tersebut dalam proker-nya. Untuk mendukung pemasangan peta dan penunjuk arah, tim membuat kerangka besi di bengkel Pak Bambang dengan bantuan Firja yang bertanggung jawab atas proses pengelasan serta sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pengelasan.
Pada 1 Februari 2026, Firja dan tim melakukan pelaksanaan utama melalui kerja bakti di area taman desa. Kegiatan ini mencakup pemasangan peta desa dan penunjuk arah pada kerangka besi yang telah dilas, pemasangan lampu EBT, perbaikan lampu taman pusat, serta penataan elemen taman agar lebih rapi dan fungsional. Firja memastikan proses pengelasan aman dengan menerapkan protokol K3, termasuk penggunaan APD dan pengawasan alat.
Puncaknya pada 6 Februari 2026, Firja turut menyaksikan peresmian revitalisasi ruang publik di Desa Cluwuk. Peresmian dilakukan melalui penandatanganan peta desa oleh Kepala Desa Ra’adi dan Ketua Sub-Tim 65, Muhammad Adnin Ridwanulloh. “Kerangka besi yang kuat dan aman berkat pengelasan yang tepat jadi pondasi utama taman ini,” ujar Firja saat kegiatan usai.

Tidak berhenti di situ, Firja juga mensosialisasikan K3 pengelasan secara luas kepada warga dan tim KKN untuk mencegah risiko di proyek infrastruktur serupa. Ia menjelaskan prosedur standar, peralatan keselamatan, dan pencegahan bahaya secara sederhana, lengkap dengan materi pendukung yang dibagikan.

Melalui pendampingan Firjatullah Evan Saputra, ruang publik Desa Cluwuk kini kembali berfungsi sebagai sarana interaksi masyarakat, memperindah lingkungan, serta meningkatkan kesadaran akan perencanaan berkelanjutan dan keselamatan kerja. “Ini bukan bangun baru, tapi bangun ulang yang melibatkan semua pihak,” tutur salah satu warga.










