JATENGKU.COM, PEMALANG — Tim KKN Tematik 161 Kelompok 3 Universitas Diponegoro hadir membawa angin segar bagi pengembangan UMKM kreatif di Desa Cibelok, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Melalui program bertema “Pengembangan Desa Kreatif Melalui Batik Cibelok Pemalang dengan Branding dan Teknologi Promosi Produk untuk Mengurangi Pengangguran”, mahasiswa berupaya mengangkat potensi batik lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Bermitra dengan UMKM Batik Arum Cempaka

Program ini terlaksana berkat kemitraan solid dengan UMKM Batik Arum Cempaka yang dimiliki oleh Ibu Atin, seorang pengrajin batik berpengalaman yang telah lama melestarikan warisan budaya batik khas Pemalang. Selain menjaga kelestarian tradisi, UMKM ini juga telah memberikan kontribusi nyata dalam penyerapan tenaga kerja lokal.

“Kerja sama dengan mahasiswaUndip memberikan dampak positif bagi perkembangan Arum Cempaka. Kami optimis strategi branding dan promosi digital dapat membantu Batik Arum Cempaka menembus pasar yang lebih luas,” ungkap Ibu Atin, Pemilik UMKM Batik Arum Cempaka (13/08/2025).

Inovasi Promosi dan Branding Terintegrasi

Kelompok 3 KKN-T 161 Undip memberikan beragam inovasi untuk memperkuat positioning Batik Arum Cempaka di pasar digital, meliputi:

Produk Merchandise Kreatif:

  • Gantungan kunci (Ganci) bermotif batik sebagai souvenir khas affordable dan mudah diingat.

Media Promosi Fisik:

  • Standing Banner informatif yang menyajikan company profile Arum Cempaka
  • Standing mirror bernuansa batik dengan desain batik Arum Cempaka yang dimodifikasi lebih menarik sebagai daya tarik di pameran batik UMKM lokal.
  • Polaroid bertema “Arce dalam Sorotan Polaroid”dibuat sebagai media pendukung pameran. Polaroid ini memuat dokumentasi proses pembuatan batik, katalog produk, sudut-sudut motif batik, serta logo Batik Arum Cempaka, sehingga mampu menghadirkan tampilan yang menarik sekaligus informatif.
Mahasiswa KKN Undip berfoto bersama Ibu Atin, pemilik UMKM Batik Arum Cempaka di Desa Cibelok, Pemalang, saat penyerahan hasil program. Tim KKN membantu membuat berbagai media promosi seperti gantungan kunci, standing banner, dan polaroid untuk memperkuat pemasaran produk batik.

Sambutan Positif dari Mitra

Antusiasme Ibu Atin terhadap program ini tercermin dari apresiasinya: “Ini seperti polaroid yang bagus sekali! Kebetulan saya pernah berkeinginan membuat inovasi serupa tetapi belum sempat terealisasi. Dengan bantuan mahasiswa Undip, sekarang mimpi itu menjadi kenyataan dan sangat membantu perkembangan usaha kami” (06/08/2025).

Dukungan ini menunjukkan sinergitas yang baik antara Universitas dan pelaku UMKM dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Komitmen Berkelanjutan

Kelompok 3 KKN-T 161 Undip berkomitmen bahwa program ini bukan sekadar kegiatan temporer, melainkan investasi jangka panjang untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan intensif dan transfer knowledge yang komprehensif, diharapkan UMKM lokal dapat mandiri dalam mengembangkan strategi pemasaran berbasis teknologi.

“Kami optimis Batik Arum Cempaka tidak hanya akan dikenal di Pemalang, tetapi juga mampu bersaing di pasar digital. Ini adalah langkah konkret mahasiswa Undip dalam berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah,” tegas perwakilan Kelompok 3 KKN-T 161 (15/08/2025).

Program ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Universitas Diponegoro dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal dan pelestarian budaya bangsa.

Penulis: Kelompok 3 KKN-T 161 UNDIP 2025

Editor: Handayat