Foto 1. Penyerahan Leaflet kepada Batik Tulis Kebon Indah

 

Mahasiswa Kerja Kuliah Nyata (KKN) IDBU 75 Universitas Diponegoro mengambil langkah inovatif dalam upaya mendukung adanya pengembangan wisata budaya yang ada di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Melalui pembuatan leaflet digital dua bahasa ini, mahasiswa KKN mengupayakan produksi batik tulis Kebon Indah dapat di promosikan sebagai salah satu warisan budaya yang identik dengan Desa Kebon. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu proses pemasaran dan memperluas jangkauan wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. 

 

Pada Senin, 21 Juli 2025, Kelompok 3 Tim 75 KKNT Undip melakukan penyerahan leaflet kepada para pengrajin batik di Batik Tulis Kebon Indah. Penyerahan ini dilakukan sebagai tanda selesainya program kerja untuk digitalisasi, setelah beberapa kali adanya diskusi bersama untuk  kebutuhan para pengrajin batik dimulai sejak awal minggu kedua kedatangan dari Kloter 2. Keresahan dari para pengrajin batik selama melakukan ekspansi batik adalah kemampuan berbahasa Inggris mereka yang seringkali menjadi kendala untuk berbicara dan lebih mengenal wisatawan yang datang ke butik mereka. Sehingga Kelompok 3 memberikan langkah inovatif untuk membantu keresahan tersebut dengan membuat leaflet yang dapat diakses digital dan cetak.

 

Leaflet ini berisi informasi singkat tentang sejarah batik kebon indah, makna motif, proses pembuatan batik, hingga lokasi dan kontak pengrajin. Teks disajikan dalam dua bahasa agar wisatawan asing yang datang ke Klaten dapat lebih mudah memahami dan tertarik untuk berkunjung serta membeli langsung dari pengrajin. Selain itu, leaflet ini juga dilengkapi dengan barcode yang dapat di scan, yang akan mengarahkan langsung ke katalog produk butik.

“Harapannya, leaflet ini bisa dimanfaatkan dalam pameran, media sosial, maupun diberikan langsung ke wisatawan. Kami ingin produk lokal tidak hanya dikenal, tetapi juga dipahami maknanya,” ujar mahasiswa KKN-T 75 Undip. 

Program ini mendapatkan respons positif dari pengrajin batik yang merasa terbantu dalam memperkenalkan karya mereka secara lebih profesional dan luas. Selain itu, mahasiswa juga memberikan pelatihan singkat kepada pengrajin mengenai cara penggunaan dan penyebaran leaflet secara digital melalui Tiktok dan media lainnya.

 

Dengan adanya kolaborasi ini, mahasiswa KKNT 75 Universitas Diponegoro berharap Batik Tulis Kebon Indah bisa menjadi destinasi yang edukatif, sekaligus mengembangkan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat di Desa Kebon, Bayat.

Editor: Handayat