JATENGKU.COM, Klaten — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 25 dari Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan Sosialisasi Hoax dan Penipuan Digital yang ditujukan kepada ibu-ibu PKK Desa Tegalrejo, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, pada Kamis (15/01/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kewaspadaan masyarakat terhadap maraknya hoax serta berbagai bentuk penipuan digital yang kerap beredar melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat.
Hoax adalah informasi palsu atau berita bohong yang sengaja dibuat dan disebarluaskan seolah-olah benar untuk menipu, menyesatkan, atau memanipulasi opini publik Sedangkan penipuan digital merupakan tindakan kejahatan yang memanfaatkan media digital untuk mengelabui korban demi memperoleh keuntungan pribadi.
Keduanya merupakan ancaman yang semakin sering ditemui seiring dengan meningkatnya penggunaan media digital oleh masyarakat. Kurangnya literasi digital membuat masyarakat, termasuk ibu-ibu PKK sebagai pengguna aktif media sosial dan aplikasi pesan singkat, rentan menjadi sasaran kedua praktik tersebut.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN-T Tim 25 UNDIP menyampaikan materi mengenai pengertian hoax dan penipuan digital, ciri-ciri informasi palsu, serta berbagai modus penipuan digital yang sering terjadi, seperti penipuan undian berhadiah, pinjaman online ilegal, phishing, dan penyamaran identitas melalui media sosial maupun aplikasi pesan singkat.

Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan disertai contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari ibu-ibu PKK, sehingga mudah dipahami. Selain pemaparan materi, mahasiswa juga memberikan tips praktis untuk menghindari hoax dan penipuan digital, seperti tidak mudah mempercayai pesan berisi tautan mencurigakan, selalu memeriksa kebenaran informasi dari sumber terpercaya, serta tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan simulasi sederhana mengenai cara mengecek kebenaran informasi dan langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menerima pesan atau panggilan yang terindikasi sebagai penipuan digital.
Salah satu anggota PKK Desa Tegalrejo mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan relevan dengan kondisi saat ini.
“Saya sering mendapat pesan dan telepon yang tidak jelas dari WhatsApp, kadang mengaku dari pihak tertentu. Setelah ikut sosialisasi ini, saya jadi lebih paham ciri-ciri penipuan dan akan lebih berhati-hati sebelum menanggapi atau menyebarkan informasi,” ujarnya.
Sementara itu, Belva, perwakilan mahasiswa KKN-T Tim 25 UNDIP menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kami berharap ibu-ibu PKK tidak hanya lebih waspada untuk diri sendiri, tetapi juga bisa menyampaikan pengetahuan ini kepada keluarga dan lingkungan sekitar agar bersama-sama mencegah penyebaran hoax dan penipuan digital,” tuturnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN-T Tim 25 UNDIP di Desa Tegalrejo, Ceper dalam mendukung terciptanya masyarakat yang cerdas bermedia digital, sejalan dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN-T Tim 25 UNDIP berharap dapat meningkatkan literasi digital ibu-ibu PKK sehingga mampu bersikap lebih bijak, kritis, dan waspada dalam menggunakan media digital. Selain itu, ibu-ibu PKK diharapkan dapat menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat dalam upaya mencegah penyebaran hoax dan penipuan digital.








