JATENGKU.COM, GROBOGAN — Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 168 Universitas Diponegoro (UNDIP) yang bekerja sama dengan Perpusnas Republik Indonesia berhasil melaksanakan program peningkatan literasi anak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Kegiatan berlangsung sejak 7 Juli hingga 19 Agustus 2025, melibatkan masyarakat setempat, khususnya anak-anak, dalam berbagai aktivitas edukatif yang mengedepankan literasi.

Bertema “Literasi untuk Masa Depan”, program KKN Tematik Literasi ini mencakup kegiatan Pengenalan Literasi pada Anak, Bermain dan Belajar, Bacakan Saya Buku, dan banyak lagi. Seluruh kegiatan dirancang untuk menumbuhkan minat baca sejak dini dengan pendekatan kreatif, sehingga anak-anak dapat belajar dengan suasana yang menyenangkan.

Salah satu kegiatan yang sangat diminati adalah Bacakan Saya Buku, dimana mahasiswa membacakan cerita-cerita edukatif yang mengandung nilai moral. Melalui metode ini, anak-anak mulai terbiasa mendengarkan cerita, memahami isi bacaan, dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Ketua Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 168, Nadya Hermawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberi manfaat jangka panjang. “Kami ingin memberikan dampak yang dirasakan tidak hanya oleh anak-anak, tetapi juga oleh masyarakat desa secara keseluruhan. Literasi adalah kunci untuk membuka banyak peluang di masa depan,” ujarnya.

Anak-anak di Desa Kuwu, Grobogan, tampak antusias dan bersemangat selama kegiatan literasi yang diadakan oleh mahasiswa KKN Undip. Program ini menggunakan metode bermain sambil belajar untuk menumbuhkan minat baca.

Dampak Positif KKN

Kegiatan KKN Tematik Literasi ini membawa dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Kuwu. Anak-anak yang awalnya kurang tertarik dengan buku mulai menunjukkan minat baca yang tinggi. Mereka belajar tidak hanya dari buku teks, tetapi juga dari cerita yang dibawakan oleh mahasiswa.

Selain itu, orang tua juga mendapatkan manfaat dari kegiatan ini. Mereka mengikuti pelatihan membaca untuk anak, yang membantu mereka memahami peran penting keluarga dalam mendukung pendidikan. Program ini juga memperkenalkan metode belajar yang lebih kreatif dan interaktif, membuka wawasan masyarakat mengenai cara-cara pembelajaran modern.

Kepala Desa Kuwu, Moch. Fadli Andrianto, mengapresiasi kontribusi mahasiswa UNDIP. “Program ini membuka wawasan anak-anak dan orang tua di desa kami. Kami berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut,” ujarnya.

Penutupan dan Harapan ke Depan

Dengan berakhirnya KKN pada 19 Agustus 2025, masyarakat Desa Kuwu berharap kegiatan peningkatan literasi dapat terus berlanjut di masa mendatang. Bagi mahasiswa UNDIP, program ini menjadi pengalaman berharga dalam pengabdian kepada masyarakat serta kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata di bidang pendidikan.

Harapannya, kesadaran literasi yang telah dibangun selama program KKN dapat terus berkembang, melahirkan generasi yang lebih cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan global.

Editor: Handayat