JATENGKU.COM, Pekalongan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 1 Kelompok 54 Desa Ketitang Lor melaksanakan program kerja bidang Sosial dan Masyarakat (Sosmas) yang berfokus pada pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan penerapan sistem pembayaran digital QRIS bagi pelaku UMKM ikan asap.

Program ini digagas oleh Dandy Kurniawan dari Program Studi Peternakan, serta didukung oleh Luthan Maulana (Manajemen dan Administrasi Logistik), Yaser Rafi P. (Sastra Indonesia), Fasya Anindita L. P. (Ekonomi), Lucky Aditya B. (Teknik Elektro), Shekina Abelia M. U. (Teknik Mesin), Naya Nasywaa A. (Arsitektur), dan I Wayan Nararya N. P. (Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan).

Program kerja ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya legalitas usaha dan pemanfaatan sistem pembayaran digital di kalangan pelaku UMKM ikan asap di Desa Ketitang Lor. Sebagian besar pelaku usaha belum memiliki NIB sebagai identitas resmi usaha, serta belum menggunakan QRIS sebagai sarana transaksi non-tunai, sehingga menghambat pengembangan usaha dan perluasan pasar.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berinisiatif memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam proses pendaftaran NIB melalui sistem Online Single Submission (OSS), serta membantu pembuatan dan aktivasi QRIS bekerja sama dengan pihak perbankan dan penyedia layanan pembayaran.

Kegiatan pendampingan ini meliputi sosialisasi mengenai pentingnya legalitas usaha, pelatihan pengisian data secara daring, pendampingan administrasi, serta edukasi penggunaan QRIS dalam transaksi sehari-hari. Dengan adanya program ini, diharapkan pelaku UMKM dapat menjalankan usahanya secara lebih profesional dan terpercaya.

Ketua KKN Tim 1 Kelompok 54, Luthan Maulana, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui penguatan aspek legalitas dan digitalisasi. “Melalui pembuatan NIB dan penerapan QRIS, kami berharap pelaku UMKM ikan asap dapat lebih mudah mengakses permodalan, mengikuti program pemerintah, serta memberikan kemudahan transaksi bagi konsumen,” ujarnya.

Mahasiswa KKN UNDIP Dampingi UMKM Ikan Asap dalam Pembuatan NIB dan QRIS di Desa Ketitang Lor

Salah satu pelaku UMKM ikan asap, Ibu Sulali, mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan tersebut. “Dengan adanya bantuan dari mahasiswa KKN, saya akhirnya memiliki NIB dan dapat menggunakan QRIS. Sekarang usaha saya terlihat lebih resmi dan memudahkan pembeli dalam bertransaksi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Mitra Mina Mandiri UMKM Ikan Asap, Bapak Tabari, memberikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia menilai bahwa pendampingan ini sangat bermanfaat dalam mendukung perkembangan usaha masyarakat. “Program ini sangat membantu pelaku UMKM dalam mengurus legalitas dan mengikuti perkembangan teknologi. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan pada masa mendatang,” ungkapnya.

Melalui program Pembuatan NIB dan Penerapan QRIS ini, mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 Kelompok 54 menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi UMKM menuju usaha yang legal, modern, dan berdaya saing. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa serta memperkuat posisi produk ikan asap Desa Ketitang Lor di pasar yang lebih luas.

Editor: Handayat

Tag