JATENGKU.COM, SEMARANG — Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro yang mengusung tema “Peningkatan Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat untuk Penurunan Stunting dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”, mahasiswa KKNT-110 pada Kamis (17/07/2025) melaksanakan kegiatan sosialisasi budaya 5S di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
Mahasiswa KKN-T menyadari terkait pentingnya kesadaran dan kontribusi dari masyarakat, khususnya ibu-ibu terhadap kebersihan lingkungan Kelurahan Jabungan.
Peran ibu-ibu sangat penting dalam mengimplementasikan budaya 5S karena mereka biasanya menjadi pengelola utama rumah tangga dan memiliki pengaruh besar dalam membentuk kebiasaan seluruh anggota keluarga.
Hal tersebut agar menciptakan lingkungan yang sehat dan aman, sehingga produktivitas dan kualitas hidup dapat meningkat.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan sosialisasi kepada ibu-ibu PKK Kelurahan Jabungan mengenai budaya 5S, meliputi seiri (ringkas), seiton (rapi), seiso (resik), seiketsu (rawat), dan shitsuke (rajin).
Pada sosialisasi tersebut, dijelaskan mulai dari manfaat pelaksanaan budaya 5S hingga hal-hal senderhana yang dapat dilakukan sebagai implementasi dari budaya 5S.
Hal tersebut sejalan dengan SDGs 3 (kehidupan sehat dan sejahtera) dengan menciptakan lingkungan sehat yang dapat mencegah penyakit dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, mendukung SDGs 11 (Sustainable Cities and Communities) karena mendorong terciptanya lingkungan yang tertata, bersih, aman, dan nyaman sehingga mendukung permukiman yang layak huni dan berkelanjutan.

“Sosialisasi seperti ini penting dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, rapi, aman, dan efisien. Harapannya dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kesehatan serta kualitas hidup masyarakat Kelurahan Jabungan melalui hal-hal sederhana yang dapat dilakukan,” ungkap Risma sebagai koordinator program. Ibu-Ibu PKK Kelurahan Jabungan menyambut baik kehadiran dan sosialisasi ini.

Selain pelaksanaan sosialisasi budaya 5S, mahasiswa KKNT juga melaksanakan penyuluhan pencegahan penyakit menular. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (27/07/2025) di acara senam RT 06/RW 06, Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Kegiatan ini memiliki fokus utama yaitu memberikan pemahaman kepada masyarakat Kelurahan Jabungan terkait pencegahan penyakit menular, khususnya penyakit yang berpotensi muncul di wilayah tersebut seperti Tuberkulosis (TBC).

Penyakit Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Pada kegiatan penyuluhan ini, mahasiswa menjelaskan terkait penyakit Tuberkulosis, mulai dari penyebab, gejala, hingga rekomendasi pencegahan berdasarkan hirarki pengendalian risiko.
Mahasiswa memperkenalkan rekomendasi pencegahan mulai dari hal-hal sederhana yang dapat dilakukan dengan penyampaian yang mudah dimengerti masyarakat, seperti eliminasi (menghilangkan risiko), substitusi (mengganti dengan risiko yang lebih rendah), engineering control (rekayasa teknik), administrative control (pengendalian administratif), dan APD (alat pelindung diri).

Kegiatan ini disambut dengan baik dan mendapatkan antusias oleh masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT berharap dapat menyadarkan masyarakat terkait potensi penyakit menular yang berpotensi pada wilayah tersebut, sehingga masyarakat dapat melakukan antisipasi dan pencegahan mulai dari hal-hal sederhana.
Kegiatan ini juga sejalan dengan SDGs 3 (kehidupan sehat dan sejahtera) yang menargetkan pada peningkatan kesehatan masyarakat dengan mencegah dan mengendalikan penyakit menular, melalui edukasi, deteksi dini, dan rekomendasi pencegahan yang tepat. Upaya ini bertujuan menurunkan angka penderita penyakit Tuberkulosis, sehingga kualitas hidup masyarakat meningkat secara berkelanjutan.











