Klaten, 23 Januari 2026 – Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi perhatian di Desa Jogoprayan, khususnya sampah organik berupa sisa sayur dan kulit buah yang dihasilkan dari aktivitas dapur warga. Sampah jenis ini umumnya langsung dibuang dan belum banyak dimanfaatkan, sehingga berpotensi menimbulkan bau serta mengganggu kebersihan lingkungan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Varel Rahmad Maulana, mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Tim 93 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro, melaksanakan program kerja berupa sosialisasi dan pendampingan pembuatan ecoenzyme bagi warga Desa Jogoprayan. Program ini bertujuan mengenalkan pengelolaan sampah organik rumah tangga secara sederhana dan aplikatif.

Ecoenzyme merupakan cairan hasil fermentasi dari bahan organik dapur, air, dan gula, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebersihan lingkungan rumah tangga. Dalam kegiatan sosialisasi, warga diperkenalkan pada konsep ecoenzyme, jenis bahan yang dapat digunakan, serta tahapan pembuatan yang aman dan sesuai.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan pendampingan langsung agar warga memahami hal-hal yang perlu diperhatikan selama proses fermentasi, seperti pemilihan wadah yang tepat dan perlunya pelepasan gas secara berkala. Penjelasan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar dapat diterapkan secara mandiri oleh warga.

Kegiatan sosialisasi mendapat respon positif dari warga. Antusiasme terlihat dari kaktifan peserta dalam menyimak materi serta berdiskusi terkait pemanfaatan sampah dapur di lingkungan rumah masing-masing. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran warga Desa Jogoprayan terhadap pengelolaan sampah organik semakin meningkat, sekaligus mendorong penerapan praktik sederhana yang ramah lingkungan. Program sosialisasi dan pendampingan ini menjadi salah satu upaya kecil dalam membangun lingkungan desa yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Pewarta: Varel Rahmad Maulana

Editor: Handayat

Tag