Dusun Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, menginisiasi upaya pengelolaan sampah berbasis warga melalui pembuatan keranjang sampah botol plastik dan pengadaan tungku sampah sebagai respons atas keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah di tingkat desa. Inisiatif ini mulai dijalankan sebagai bentuk perhatian bersama terhadap persoalan lingkungan yang selama ini dihadapi warga.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro TIM 1 Sub Tim 94 merancang dan melaksanakan program pemanfaatan nilai ekonomis sampah botol dan gelas plastik. Sampah plastik jenis tersebut dipilah dan dikumpulkan melalui keranjang khusus untuk kemudian dijual ke pengepul. Hasil penjualan direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai kas RT atau RW, sehingga pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Program pengelolaan sampah plastik bernilai ekonomis ini merupakan program yang dirancang dan difasilitasi langsung oleh KKN Undip.

Sementara itu, pembuatan tungku sampah merupakan inisiatif warga Desa Kragilan yang muncul dari hasil rembuk warga yang dilaksanakan pada 19 Januari 2026. Gagasan tersebut lahir dari kebutuhan warga akan alternatif pengelolaan sampah rumah tangga di tengah ketiadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di desa. Dalam konteks ini, mahasiswa KKN Undip berperan sebagai fasilitator dengan membantu penyusunan desain dan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan kebutuhan serta kesepakatan warga.

Dalam pelaksanaan program Multidisiplin 1, salah satu mahasiswa KKN Undip TIM 1 Sub Tim 94 dari Program Studi Ekonomi berperan dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembuatan keranjang sampah botol plastik dan tungku sampah. Penyusunan RAB dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan material, estimasi biaya, serta kesepakatan bersama antara warga dan perangkat desa, sehingga rancangan yang dihasilkan dapat menjadi acuan yang realistis dan aplikatif dalam pelaksanaan program pengelolaan sampah desa.

Ketiadaan TPS di Desa Kragilan selama ini membuat warga mengandalkan alternatif mandiri dalam mengelola sampah, salah satunya dengan membakar sampah di lahan kosong. Namun, keterbatasan lahan dan kondisi musim hujan menyebabkan metode tersebut tidak selalu dapat dilakukan secara optimal. Kondisi ini kemudian berdampak pada munculnya sejumlah titik di sepanjang badan sungai yang menjadi perhatian bersama terkait penumpukan sampah.

Beberapa titik tersebut antara lain berada di tanggul penghubung Dusun Kragilan dengan Dusun Teluk, Dusun Kragilan dengan Dusun Balong, serta di sepanjang aliran Sungai Dengkeng dan Sungai Birin. Situasi tersebut dipahami sebagai konsekuensi dari keterbatasan pilihan pengelolaan sampah yang tersedia, terutama bagi warga yang tidak memiliki lahan memadai.

Melalui pendekatan partisipatif ini, mahasiswa KKN Undip TIM 1 Sub Tim 94 berharap program pemanfaatan sampah plastik bernilai ekonomi dapat berjalan berkelanjutan dan dikelola secara mandiri oleh warga. Penyerahan sarana berupa keranjang sampah botol dan gelas plastik serta hasil fasilitasi desain tungku sampah kepada warga Desa Kragilan direncanakan akan dilaksanakan pada 7 Februari 2026, sebagai penanda penguatan pengelolaan sampah berbasis kesepakatan bersama.

Editor: Handayat

Tag