JATENGKU.COM, Surabaya — Di era digital yang serba terhubung seperti sekarang, informasi tentang hal apa pun dapat mudah dicari dengan modal sentuhan jari dan sebuah gawai yang terhubung dengan internet. Mudahnya mencari informasi ini memungkinkan penyebaran informasi yang sangat mudah, baik antar kota, pulau, ataupun negara.
Informasi yang dapat diakses dari internet dapat meliputi berbagai bidang, baik itu tentang ekonomi, pendidikan, berita dunia, kesehatan, dan lain sebagainya. Namun, ada salah satu bidang ataupun topik yang masih jarang dibahas dibandingkan topik yang lain, yaitu kesehatan gigi. Walaupun topik kesehatan gigi masih jarang menjadi bahan edukasi dan pembahasan di media sosial, topik tersebut adalah salah satu topik terpenting yang seharusnya lebih dipelajari di era media sosial.
Edukasi kesehatan gigi adalah proses pembelajaran yang meliputi informasi tentang cara menjaga kesehatan gigi ataupun kesehatan mulut secara umum. Kesehatan gigi tidak hanya membahas tentang organ gigi, namun juga dapat memuat informasi tentang organ-organ lain di mulut, seperti lidah, gusi, dan tonsil.
Umumnya, edukasi kesehatan gigi bertujuan untuk menyebarluaskan informasi tentang cara pencegahan penyakit-penyakit yang dapat berdampak pada kesehatan gigi dan mulut. Bentuk edukasi kesehatan gigi yang dilakukan dapat berupa sosialisasi, kampanye, pembuatan poster, ataupun bentuk edukasi yang lain. Kegiatan edukasi kesehatan gigi memiliki tujuan agar masyarakat umum dapat mengetahui lebih dalam tentang kesehatan gigi serta hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tersebut.
Sebagai organ yang berperan dalam pengunyahan makanan dan pembentukan struktur wajah, gigi adalah salah satu organ yang penting dalam kehidupan sehari-hari seorang manusia. Walaupun gigi merupakan organ tubuh yang tidak kalah penting dengan organ lainnya, kesehatan gigi adalah suatu topik yang masih sedikit jumlah pembahasan ataupun informasinya dibandingkan topik yang lain.
Ini merupakan suatu masalah besar, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, di mana edukasi tentang kesehatan masih kurang merata, terutama tentang organ yang dianggap non-vital seperti gigi. Kurangnya informasi tentang kesehatan gigi di Indonesia juga tentu mempunyai dampak pada masyarakatnya.
Di negara Indonesia, masih banyak disinformasi ataupun kekurangan informasi tentang kesehatan gigi. Sebagai contoh, banyak warga Indonesia yang masih tidak mengetahui bahwa penyebab gigi berlubang adalah konsumsi gula berlebihan, bahkan tidak sedikit juga warga yang menganggap bahwa penyebab gigi berlubang adalah cacing yang membuat lubang pada gigi.
Disinformasi tentang kesehatan gigi tersebut dapat membuat warga Indonesia mempunyai kesalahpahaman tentang kesehatan gigi, yang kemudian dapat memunculkan rugi, baik secara fisik, mental, finansial, dan lainnya. Selain itu, banyak ilmu tentang kesehatan gigi di Indonesia yang masih kurang sempurna dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari.
Sebagai contoh, seseorang dapat sudah mengetahui bahwa konsumsi gula berlebihan memiliki efek buruk pada kesehatan gigi, namun mereka masih tidak mengetahui bahwa banyak minuman kemasan yang dijual di pasaran Indonesia memiliki kadar gula yang tinggi, di mana kadar gula tersebut tentunya dapat berdampak pada kesehatan gigi mereka.
Dalam menangani kekurangan informasi tentang kesehatan gigi di Indonesia, pemanfaatan internet dan media sosial memiliki peran yang besar. Sebagai negara yang memiliki warga dengan pemakaian internet yang mencapai jumlah 221 juta, atau setara dengan 79.5% dari jumlah total penduduk negara, Indonesia merupakan negara yang dapat menjadi sebuah “sasaran empuk” bagi edukasi kesehatan gigi digital.
Media yang dapat digunakan untuk edukasi tersebut dapat berupa poster, gambar, video, artikel, ataupun media lain yang kemudian dapat disalurkan ke berbagai media sosial dan situs yang sering digunakan oleh warga Indonesia, seperti Instagram, TikTok, YouTube, ataupun situs berita. Informasi yang dimuat dalam media juga dapat diisi dengan informasi tentang cara menjaga kesehatan gigi, seperti cara membersihkan gigi yang benar, makanan dan minuman yang buruk bagi kesehatan gigi, ataupun pembantahan berbagai mitos tentang kesehatan gigi. Untuk meningkatkan daya tarik edukasi, terutama di kalangan anak-anak, media yang digunakan dapat dibentuk menjadi animasi ataupun poster dengan tema yang cenderung disukai oleh anak-anak.
Sebagai negara dengan peringkat keempat dalam jumlah penduduk di dunia, Indonesia sangat memerlukan edukasi tentang kesehatan gigi yang akurat, jelas, dan membantu. Kurangnya pemahaman tentang kesehatan gigi tentunya mempunyai dampak buruk pada kondisi dan kesehatan gigi warga Indonesia.
Walaupun masih banyak disinformasi dan mitos yang dipercayai oleh warga Indonesia tentang kesehatan gigi, media sosial dan internet dapat sangat membantu dalam mengatasi hal tersebut. Dengan usaha edukasi kesehatan gigi yang tepat, terutama dengan pemanfaatan media sosial dan dorongan dari pemerintah, masalah-masalah kesehatan gigi di Indonesia pastinya juga akan berkurang.
Penulis: Parama Aditya











