
Grobogan, 10 Agustus 2025 — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 170 kelompok 4, menghidupkan kembali minat serta semangat literasi masyarakat melalui berbagai kegiatan literasi yang dilaksanakan di Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan. Program ini merupakan gagasan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) yang bertujuan untuk menumbuhkan budaya baca di kalangan masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah.
Minat baca di Desa Karangwader mengalami penurunan drastis sejak pandemi COVID-19. Salah satu dampaknya adalah tidak berfungsinya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Trunoyudho, yang sebelumnya menjadi ruang alternatif bagi warga untuk mengakses bahan bacaan. Melihat kondisi ini, Tim KKN 170 kelompok 4 hadir dengan serangkaian kegiatan literasi yang menyasar dua titik utama: lingkungan sekolah dan PKBM Trunoyudho.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan kunjungan literasi ke sekolah dasar setempat. Kegiatan yang dilakukan dikemas secara tematik dan menyenangkan, seperti membaca nyaring, kegiatan bacakan saya buku, mengulas isi cerita, hingga menulis cerita berdasarkan buku bacaan yang telah dibaca bersama. Dengan cara ini, siswa tidak hanya diajak untuk membaca, tetapi juga memahami, berdiskusi, dan mengekspresikan kembali isi bacaan melalui tulisan mereka sendiri.
“Kami menerima dengan sangat amat terbuka dan siap mendukung penuh program yang akan diadakan oleh TIM KKN Tematik Literasi Universitas Diponegoro”, ujar Ibu Siti Lestari Kepala Sekolah SDN 2 Karangwader, dalam kegiatan kunjungan literasi ke sekolah.
Tim juga memfokuskan perhatian pada pengaktifan kembali PKBM Trunoyudho yang telah lama tidak digunakan. Mahasiswa KKN melakukan penataan ulang ruang baca, merapikan koleksi buku, serta menghadirkan kembali suasana yang nyaman untuk membaca. Selain itu, tim menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi seperti pojok baca anak, baca bersama di akhir pekan, dan sudut menulis cerita, yang semuanya terbuka untuk warga desa.
Pengelola PKBM Trunoyudho menyambut baik upaya revitalisasi ini. Mereka merasa senang dan terbantu dengan kehadiran program dari mahasiswa KKN. “Sudah lama PKBM ini sepi, bahkan hampir tidak pernah ada kegiatan. Kami sangat senang sekarang bisa hidup lagi, ramai dengan anak-anak yang datang membaca. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus menumbuhkan minat baca, terutama di kalangan anak-anak desa,” tutur Ibu Sri Redjeki, selaku pengelola PKBM.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat selama KKN berlangsung, tetapi juga dapat memicu kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya literasi. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, pengelola PKBM, dan warga desa, semangat membaca diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Karangwader.











