JATENGKU.COM, Semarang — Bertempat di RT 02 RW 05 Dukuh Karanganyar, Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang, telah dilaksanakan kegiatan Pemetaan Potensi Sebaran Limbah Organik berbasis peta tematik dan platform WebGIS. Kegiatan ini melibatkan partisipasi warga, khususnya ibu-ibu PKK RW 05, sebagai langkah awal penyusunan data yang lebih rapi, terstruktur, dan mudah diakses untuk mendukung pengelolaan limbah organik di lingkungan RW pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya aktivitas rumah tangga yang menghasilkan limbah organik seperti sisa makanan, daun, dan limbah kebun. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah organik dapat memicu permasalahan lingkungan seperti bau, pencemaran, hingga meningkatnya risiko penyakit. Melalui pendekatan pemetaan, informasi kondisi lapangan dapat disajikan secara visual dan sistematis sehingga membantu RW dalam menentukan kebutuhan, titik prioritas, serta langkah pengelolaan yang lebih tepat sasaran.

Alifian Rizky Firdaus selaku mahasiswa KKN T Tim 15 mengemukakan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan pengambilan data dan validasi data melalui survei lapangan serta wawancara dengan warga untuk menggali informasi terkait sumber limbah organik, persebaran titik-titik potensial, serta kondisi lingkungan setempat. Data hasil survei kemudian disusun dan diverifikasi agar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Tahap berikutnya adalah integrasi peta, mulai dari pengambilan titik koordinat di lapangan hingga pengolahan menjadi peta tematik, kemudian dikembangkan dalam bentuk WebGIS. Platform ini dirancang agar dapat diakses sebagai media visualisasi data, sehingga RW dapat melihat persebaran potensi limbah organik secara lebih rinci dan terstruktur.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi kebutuhan peta untuk RW, yang membahas manfaat pemetaan dan WebGIS sebagai dasar perencanaan program lingkungan. Dalam sesi ini, warga dan perangkat RW diajak memahami informasi apa saja yang dibutuhkan dalam peta, bagaimana peta dapat dimanfaatkan untuk pemetaan masalah dan potensi, serta dukungan data apa yang perlu dilengkapi ke depannya.
DPL KKN T Tim 15 Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. menambahkan bahwa pemetaan potensi sebaran limbah berbasis peta tematik dan WebGIS merupakan metode untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memvisualisasikan lokasi serta tingkat potensi limbah (rumah tangga, pertanian, peternakan) secara spasial menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis.
Peta tematik digunakan untuk menampilkan jenis dan jumlah limbah berdasarkan wilayah tertentu, sedangkan WebGIS memungkinkan data tersebut diakses secara daring dan interaktif oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan. Pendekatan ini mempermudah perencanaan pengelolaan limbah, penentuan lokasi pengolahan, serta pengambilan keputusan berbasis data spasial.
Dengan adanya peta digital yang terintegrasi WebGIS, informasi sebaran limbah dapat diperbarui secara berkala, meningkatkan transparansi, efektivitas pengendalian pencemaran, dan mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan
Warga / ibu ibu PKK RW 05 yang mengikuti kegiatan yang mengikuti tampak antusias dan aktif berdiskusi, terutama terkait pemanfaatan peta sebagai acuan program pengelolaan limbah, penentuan titik prioritas, serta rencana tindak lanjut setelah peta tersedia. Diharapkan melalui kegiatan ini, RW memiliki basis data spasial yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan transparan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan KKN Tematik 1 TIM 15 UNDIP 2026 dalam tema Gerakan Sehat dan Mandiri: Pemberdayaan Keluarga Melalui Peternakan Organik Skala Rumah Tangga dan Olahan Pangan Sehat, sebagai upaya mendorong masyarakat produktif dan mandiri serta memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis data di Kelurahan Gunungpati







