JATENGKU.COM, Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro melaksanakan pilot project sekaligus edukasi pemanfaatan lubang resapan biopori sebagai upaya pencegahan genangan air dan pengelolaan sampah organik di RW 04, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKNT 08 Kelompok 2 KKN Undip Tim 1 Tahun Ajaran 2025/2026 yang dilaksanakan pada periode 6 Januari hingga 10 Februari 2026, dengan dosen pembimbing Widyaningrum Utami, M.Clin.Pharm., Apt. Program kerja biopori ini dikoordinatori oleh Amira Isma Deastri, mahasiswa Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil, sebagai penanggung jawab kegiatan.
Pilot project pembuatan biopori dilaksanakan pada 26 Januari 2026 di taman RT 01 RW 04. Lubang biopori dibuat dengan kedalaman 70 sentimeter dan diameter 4 inci. Pemilihan lokasi taman RT bertujuan agar biopori dapat berfungsi optimal sebagai sarana resapan air hujan sekaligus menjadi contoh nyata yang mudah direplikasi oleh warga.
Menurut Amira, biopori merupakan solusi sederhana namun efektif untuk meningkatkan daya resap tanah, terutama di kawasan permukiman padat. “Lubang biopori bekerja dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang membentuk pori-pori alami, sehingga air hujan dapat meresap lebih cepat dan mengurangi potensi genangan,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan edukasi kepada masyarakat dilaksanakan pada 31 Januari 2026 di Balai RW 04 dengan sasaran ketua RT dan perwakilan warga setempat. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 peserta. Edukasi ini tidak hanya membahas konsep dasar biopori, dampak curah hujan tinggi, serta risiko lingkungan dan kesehatan, tetapi juga menghadirkan inovasi biopori berbasis komposting skala rumah tangga.
Inovasi tersebut merupakan adaptasi konsep biopori dengan memanfaatkan wadah sederhana seperti galon bekas, sehingga tetap dapat diterapkan meskipun tidak memiliki lahan terbuka. Dalam kegiatan tersebut, Amira juga melakukan demonstrasi langsung pembuatan biopori berbasis komposting. Warga diperlihatkan cara mengisi sampah organik ke dalam media biopori hingga menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus mengurangi volume sampah rumah tangga.


Ketua RW 04, Rusli, menyambut baik kegiatan tersebut. “Program ini sangat bermanfaat dan mudah dipahami warga. Harapannya, biopori tidak hanya berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi bisa diterapkan secara mandiri oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain mendapat respons positif dari pengurus wilayah, kegiatan ini juga diikuti dengan antusias oleh warga setempat. Warga terlihat aktif bertanya dan terlibat langsung saat demonstrasi pembuatan biopori berbasis komposting dilakukan. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai fungsi biopori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di lingkungan rumah masing-masing, khususnya dalam mengelola sampah organik dan meningkatkan daya resap tanah.







