JATENGKU.COM, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan pendampingan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Senin, 26 Januari 2026, di Desa Simbangjati, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung pengembangan usaha mikro agar lebih dikenal masyarakat serta mampu beradaptasi dengan sistem pemasaran dan transaksi berbasis digital.

Pendampingan difokuskan pada pendaftaran lokasi UMKM ke dalam platform Google Maps dan pembuatan sistem pembayaran non-tunai menggunakan QRIS. Mahasiswa KKN mendampingi langsung proses pendaftaran sekaligus memberikan pemahaman agar pelaku UMKM mampu mengelola sistem digital tersebut secara mandiri.

Kegiatan pendaftaran lokasi UMKM melalui Google Maps dikoordinatori oleh Nadya Kusuma Anjani, mahasiswi Jurusan Teknik Geodesi Universitas Diponegoro. Proses pendampingan dilakukan dengan pendataan titik lokasi usaha dan pendaftaran akun Google Maps, sehingga usaha yang sebelumnya belum tercantum secara digital kini dapat ditemukan dengan mudah oleh masyarakat.

Sebanyak lima UMKM di Desa Simbangjati menjadi sasaran kegiatan tersebut. Hasilnya, seluruh UMKM berhasil terdaftar di Google Maps dan kini memiliki lokasi usaha yang dapat diakses secara daring. Keberadaan lokasi digital ini diharapkan mempermudah konsumen dalam menemukan usaha sekaligus meningkatkan keterjangkauan informasi UMKM setempat.

Pendampingan Pembuatan QRIS kepada Pelaku UMKM.

Selain digitalisasi lokasi usaha, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro juga memberikan pendampingan pembuatan QRIS yang dikoordinatori oleh Erza Maulana, mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam. Dari lima UMKM yang didampingi, tiga UMKM berhasil menyelesaikan proses pendaftaran QRIS dan mulai menggunakan sistem pembayaran non-tunai sebagai alternatif transaksi bagi konsumen.

Salah satu pelaku UMKM, Ibu Nurhayati, mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan tersebut. Ia menyebut keterbatasan pengetahuan menjadi kendala utama dalam mengakses layanan digital. “Saya sangat berterima kasih dengan adanya program pendaftaran Google Maps dan QRIS ini. Sebenarnya dari dulu sudah ingin mendaftarkan usaha, tapi tidak tahu caranya,” ujarnya.

Melalui pendampingan ini, pelaku UMKM di Desa Simbangjati diharapkan dapat mulai memanfaatkan teknologi digital secara mandiri, baik dalam promosi usaha maupun sistem pembayaran, sebagai langkah awal menuju pengelolaan usaha yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Editor: Handayat

Tag