JATENGKU.COM, Batang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 69 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program kerja multidisiplin berupa penerapan konsep green logistik dalam pengolahan sampah di Desa Manggis sebagai upaya mendukung terciptanya sistem pengelolaan sampah yang terstruktur, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Program ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya sistem pengelolaan sampah rumah tangga di desa, di mana sebagian besar sampah belum dipilah dan dikelola secara optimal.
Kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan koordinasi bersama perangkat Desa Manggis untuk mengidentifikasi permasalahan serta kebutuhan masyarakat terkait pengelolaan sampah. Berdasarkan hasil observasi tersebut, KKN Tim 69 UNDIP menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pengolahan sampah yang disesuaikan dengan kondisi desa dan mengacu pada prinsip green logistik, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga, alur pengumpulan sampah, hingga proses pengolahan dan pembuangan akhir yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Sosialisasi SOP pengolahan sampah dilaksanakan di Balai Desa Manggis dan diikuti oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga. Dalam kegiatan ini, KKN Tim 69 UNDIP menyampaikan materi mengenai dampak lingkungan dan kesehatan akibat pengelolaan sampah yang tidak tepat, sekaligus memperkenalkan konsep green logistik sebagai pendekatan yang menekankan efisiensi alur, pengurangan limbah, serta pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna. Melalui diskusi interaktif, masyarakat diajak untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan desa.
Sebagai bentuk penguatan dan keberlanjutan program, KKN Tim 69 UNDIP juga menyediakan media edukasi berupa poster pemilahan sampah organik dan anorganik serta modul pengelolaan sampah berbasis green logistik. Poster dipasang di titik-titik strategis desa agar mudah diakses oleh masyarakat, sementara modul diserahkan kepada perangkat desa sebagai bahan edukasi berkelanjutan. Selain itu, tim juga melakukan pendampingan langsung kepada masyarakat terkait praktik pemilahan sampah rumah tangga sebagai langkah awal penerapan SOP.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan aktivitas masyarakat sehari-hari, sehingga tidak seluruh warga dapat mengikuti kegiatan secara maksimal. Meski demikian, antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan respon positif terhadap program yang dilaksanakan oleh KKN Tim 69 UNDIP. Hal ini menjadi indikator awal meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, SOP pengolahan sampah yang telah disusun diserahkan kepada pemerintah desa untuk dijadikan pedoman dalam pengelolaan sampah ke depannya. KKN Tim 69 UNDIP berharap program ini dapat menjadi dasar pengembangan kegiatan lanjutan, seperti pembentukan bank sampah desa, pengolahan kompos, serta kerja sama dengan pihak pemerintah dan mitra terkait. Melalui program ini, KKN Tim 69 UNDIP berkomitmen untuk berkontribusi dalam mendukung terwujudnya Desa Manggis yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan.








