JATENGKU.COM, Pekalongan — Upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa menjadi fokus utama yang kini tengah diseriusi melalui berbagai inovasi local. Mahasiswa Kuliah kerja Nyata (KKN) Tim 59 Universitas Diponegoro (Undip) secara resmi menyerahkan dokumen Detailed Engineering Design (DED) Pembangunan Greenhouse hidroponik kepada Pemerintah Desa Jajarwayang sebagai langkah nyata untuk menciptakan kemandirian pangan yang berkelanjutan.

Program ini didasari oleh kebutuhan desa akan infrastruktur pertanian yang modern dan efisien. Penyerahan desain teknis ini menjadi pondasi utama sebelum Pembangunan fisik dieksekusi di lahan yang berlokasi di Jl. Kesambi, Desa Jajarwayang.

Pelaksanaan program diawali dengan studi preseden ke Greenhouse milik Desa Wiroditan untuk mempelajari struktur yang sudah teruji. Mahasiswa kemudian melakukan pengukuran presisi di lahan rencana pembangunan guna memastikan akurasi desain.

Tidak hanya mengandalkan visual fisik bangunan, perancangan ini melalui tahap riset mendalam mengenai sistem hidroponik yang akan diterapkan. Hal ini dilakukan agar spesifikasi bangunan mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Proses teknis pengerjaan menggunakan perangkat lunak AutoCAD untuk menghasilkan gambar kerja detail serta SketchUp untuk visualisasi 3D yang memudahkan pihak desa membayangkan hasil akhir bangunan.

Output Program Kerja Desain Greenhouse Desa Jajarwayang oleh Mahasiswa KKN Tim 59 Universitas Diponegoro.

Dalam perjalanannya, mahasiswa KKN sempat menghadapi tantangan teknis terkait estimasi biaya. Desain awal yang menggunakan dinding hebel setinggi 60 cm dan pondasi batu kali dinilai melampaui anggaran yang tersedia.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa KKN melakukan langkah professional dengan melakukan desain ulang. Perubahan spesifikasi material dilakukan secara cermat dengan meniadakan dinding hebel dan mengganti jenis pondasi dengan alternatif yang lebih ekonomis tetapi tetap menjamin kestabilan struktur. Hasilnya, tercipta desain Greenhouse yang sesuai dengan anggaran tanpa mengurangi fungsionalitasnya.

Tahap akhir dari program ini ditandai dengan presentasi hasil desain di hadapan perangkat desa. Mahasiswa menyerahkan print out DED beserta dokumen digitalnya sebagai aset milik desa. Dokumen tersebut mencakup denah, tampak, hingga detail konstruksi yang siap dijadikan acuan pembangunan.

Dengan adanya desain ini, Desa Jajarwayang kini memiliki panduan untuk memulai era pertanian modern yang mampu meningkatkan ketahanan pangan desa sekaligus menjadi percontohan bagi wilayah sekitar.

Penulis: Raina Diandra Izzati

Editor: Handayat

Tag