JATENGKU.COM, Batang — Upaya peningkatan pemantauan tumbuh kembang anak di tingkat desa memerlukan inovasi yang sederhana namun berbasis data. Menjawab kebutuhan tersebut, pada Selasa, 27 Januari 2026, mahasiswa KKN Reguler Tim I Kelompok 63 Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan pengenalan Website Kalkulator Skrining Stunting Anak di Desa Siberuk.

Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Penggerak PKK Desa Siberuk, kader posyandu, serta ibu-ibu PKK yang selama ini berperan aktif dalam pemantauan kesehatan balita. Website kalkulator ini dikembangkan secara mandiri oleh mahasiswa KKN sebagai bentuk kontribusi keilmuan di bidang matematika terapan dalam mendukung kesehatan masyarakat desa.

Program ini bertujuan memperkenalkan alat bantu digital sederhana yang dapat digunakan sebagai skrining awal risiko stunting, sehingga kader kesehatan desa memiliki gambaran awal mengenai kondisi pertumbuhan anak sebelum dirujuk ke pemeriksaan lanjutan. Website kalkulator ini dirancang sebagai media edukasi berbasis data yang mudah diakses dan dipahami, terutama untuk membantu menjelaskan hasil pengukuran tinggi badan anak secara lebih terukur.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa sistem perhitungan pada kalkulator mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Standar ini digunakan secara nasional sebagai rujukan dalam menilai status gizi dan pertumbuhan anak usia 0 sampai 60 bulan. Indikator yang digunakan dalam kalkulator adalah Indeks Panjang/Tinggi Badan menurut Umur (PB/U atau TB/U), yang mengelompokkan status pertumbuhan anak ke dalam kategori sangat pendek (severely stunted), pendek (stunted), normal, dan tinggi.

Peserta juga diperkenalkan dengan konsep Z-Score (Standard Deviation Score), yaitu angka yang menunjukkan seberapa jauh tinggi badan seorang anak dibandingkan dengan median tinggi anak sehat seusianya. Dalam sistem ini, standar deviasi disederhanakan menggunakan pendekatan estimasi sebesar 5% dari nilai median, sehingga perhitungan dapat dilakukan secara lebih praktis dalam bentuk kalkulator digital.

Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi Website Kalkulator Skrining Stunting Anak di Balai Desa Siberuk.

Pada sesi demonstrasi, kader posyandu diajak mencoba langsung cara memasukkan data usia dan tinggi badan anak ke dalam sistem, lalu melihat hasil kategorinya. Dari kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa teknologi sederhana dapat membantu memperjelas interpretasi hasil pengukuran, bukan hanya sekadar mencatat angka di buku posyandu. Ditekankan juga bahwa kalkulator ini bukan alat diagnosis medis.

Fungsinya hanya sebagai skrining awal dan media edukasi, sehingga hasil yang muncul tidak dapat dijadikan dasar penentuan kondisi kesehatan secara pasti. Apabila hasil menunjukkan risiko stunting, orang tua tetap dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang muncul, terutama mengenai bagaimana cara memanfaatkan hasil skrining untuk edukasi kepada orang tua balita. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal pemanfaatan teknologi berbasis data di tingkat desa, sekaligus memperkuat peran kader kesehatan dalam upaya pencegahan stunting di Desa Siberuk.

Penulis: Lisana Sidqin Aliyya, Mahasiswi Program Studi S1 Matematika, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro
Lokasi: Desa Siberuk, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang

Editor: Handayat

Tag