JATENGKU.COM, Klaten — Dalam upaya mewujudkan kemandirian energi dan pemanfaatan limbah pertanian secara optima. Muhamad Tegar Arya Saputra, mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro di Desa Katekan, Gantiwarno, Klaten, telah sukses melaksanakan program kerja multidisiplin. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan teknologi tepat guna melalui penayangan video edukatif mengenai tata cara pembuatan briket dari limbah organik yang melimpah di lingkungan sekitar.

Sosialisasi ini dilaksanakan di tengah hangatnya suasana Forum Tani yang dikepalai oleh Bapak Triyono bertempat di RW 3, Dukuh Sangiran. Sebagai mahasiswa Sastra Inggris yang tergabung dalam tim multidisiplin ini, penyampaian informasi melalui media audio visual dipilih agar pesan mengenai inovasi energi alternatif ini dapat diterima dengan lebih mudah dan menarik oleh warga, khususnya para petani yang sehari-harinya bergelut dengan sisa hasil panen.

Dalam video tersebut, dipaparkan langkah-langkah praktis mengubah limbah seperti sekam padi dan tongkol jagung menjadi bahan bakar padat bernilai guna tinggi. “Tujuan utama dari pembuatan video ini adalah untuk mempermudah transfer ilmu pengetahuan secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa setelah masa KKN berakhir, warga Dukuh Sangiran tetap memiliki panduan visual yang jelas untuk mempraktikkan pembuatan briket secara mandiri di rumah masing-masing,” ujar salah satu anggota tim KKN Undip.

Inovasi briket bioarang ini menawarkan solusi ganda bagi masyarakat. Pertama, sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga yang lebih ekonomis dibandingkan LPG atau kayu bakar tradisional. Kedua, sebagai upaya mitigasi dampak lingkungan akibat pembakaran limbah pertanian secara terbuka yang kerap menyebabkan polusi udara di area persawahan. Briket yang dihasilkan diketahui memiliki densitas energi yang baik dan durasi pembakaran yang cukup lama, sehingga sangat potensial untuk mendukung kebutuhan energi skala rumah tangga maupun UMKM lokal.

Antusiasme para petani di RW 3 Dukuh Sangiran terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul mengenai rasio campuran bahan dan prospek nilai jual briket jika diproduksi dalam skala besar. Melalui integrasi antara keahlian teknis dan kemampuan komunikasi yang baik, program ini diharapkan mampu memicu perubahan pola pikir masyarakat untuk memandang limbah bukan sebagai sampah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dengan terlaksananya program ini, KKN Tim I Universitas Diponegoro berharap Desa Katekan dapat menjadi contoh bagi desa-desa sekitarnya dalam hal kemandirian energi berbasis kearifan lokal dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Editor: Handayat

Tag