JATENGKU.COM, Batang — Sebanyak 14 siswa kelas 4 MI Gombong, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, mengikuti kegiatan edukasi khusus mengenai peningkatan konsumsi protein hewani pada Senin (02/02/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam bagi anak-anak mengenai peran penting nutrisi dalam masa pertumbuhan mereka.

Suasana belajar mengajar dibuat berbeda dari biasanya agar para siswa tidak merasa jenuh. Selain penyampaian materi secara klasikal, kegiatan ini juga diselingi dengan berbagai permainan interaktif atau game. Pendekatan bermain sambil belajar ini terbukti efektif menarik minat para siswa untuk terlibat aktif sepanjang sesi berlangsung.

IMG-20260209-WA0043

Puncak dari kegiatan edukasi ini adalah praktik langsung pembuatan telur asin. Melalui proses ini, para siswa diajarkan langkah demi langkah dalam mengolah telur, mulai dari pembersihan hingga tahap pemeraman. Praktik ini bertujuan agar anak-anak tidak hanya memahami teori gizi, tetapi juga mengetahui cara mengolah sumber protein hewani secara mandiri.

Salah satu fokus utama dalam sosialisasi ini adalah memberikan informasi yang jelas mengenai manfaat protein hewani. Dengan mengetahui bahwa protein hewani sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh, diharapkan kesadaran para siswa untuk mengonsumsi makanan bergizi semakin meningkat di kehidupan sehari-hari.

IMG-20260209-WA0047

“Proses belajar mengajar ini meliputi bermain game dan pembuatan telur asin secara langsung,” ungkap perwakilan narasumber saat menjelaskan rangkaian kegiatan. Melalui metode praktis tersebut, anak-anak mendapatkan informasi langsung mengenai keterkaitan antara apa yang mereka konsumsi dengan kesehatan tubuh mereka.

Selain aspek pengetahuan, kegiatan ini membawa harapan besar bagi perbaikan vdi lingkungan Desa Gombong. Dengan mengajarkan pembuatan telur asin, sekolah berharap para siswa dapat membawa pulang keterampilan tersebut dan mendorong keluarga mereka untuk menyediakan sumber protein yang terjangkau namun kaya akan nutrisi.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan adanya peningkatan kualitas gizi di masa mendatang. “Diharapkan adanya peningkatan perbaikan gizi bagi anak-anak melalui pemahaman tentang pentingnya protein hewani ini,” tambah narasumber sebagai penutup sesi wawancara.

Langkah edukatif di MI Gombong ini menjadi contoh nyata bagaimana sekolah dapat berperan aktif dalam mengatasi isu kesehatan anak melalui cara yang menyenangkan. Dengan kombinasi antara teori dan praktik, pesan mengenai kesehatan diharapkan dapat tertanam kuat dalam ingatan para siswa.

Editor: Handayat

Tag