JATENGKU.COM, Dibal — Dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 (Tanpa Kelaparan), SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan bertajuk “Penguatan Dapur Sehat Keluarga melalui Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Desa berbasis Edukasi Keamanan Pangan, Literasi Kimia Sederhana, dan Pemberdayaan Ekonomi Rumah Tangga.”

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 18 Januari 2026, bertempat di Aula Mushola Tabligh RT 02 RW 02 dusun Ngepreh, Desa Dibal dan diikuti secara antusias oleh ibu-ibu PKK setempat. Suasana kegiatan tampak hangat dan interaktif, dengan ibu-ibu yang aktif bertanya, mencoba praktik pengolahan pangan sehat, dan berdiskusi tentang penerapan ilmu kimia sederhana dalam keseharian.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 15 Desa Dibal Universitas Sebelas Maret memberikan edukasi keamanan pangan, mencakup praktik pengolahan makanan yang higienis, pemilihan bahan pangan yang aman, serta penyimpanan makanan sesuai standar kesehatan. Selain itu, peserta dikenalkan dengan literasi kimia sederhana, seperti pemahaman dasar bahan tambahan pangan, penggunaan pewarna dan pengawet makanan yang aman, serta potensi bahaya zat kimia berlebih dalam makanan sehari-hari. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan rumah tangga.

Tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, kegiatan ini juga mendukung SDGs 8 melalui pemberdayaan ekonomi rumah tangga. Ibu-ibu PKK didorong untuk mengembangkan keterampilan mengolah pangan sehat menjadi produk bernilai jual, membuka peluang usaha rumahan yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Salah satu peserta, Ibu Sari Selaku Sekretaris PKK, menyampaikan, “Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih paham cara mengolah makanan yang sehat dan aman, sekaligus bisa mencoba ide-ide usaha rumahan yang bisa menambah penghasilan keluarga.” Sedangkan Ibu RTmenambahkan, “Mahasiswa UNS sangat sabar dan ramah. Suasananya menyenangkan, kami bisa langsung praktik dan berdiskusi tentang masalah dapur sehari-hari.”

Penanggung jawab kegiatan, Rifatul Nur Azizah, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat peran keluarga, khususnya ibu rumah tangga, sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi. “Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa menjadi kunci dalam mewujudkan dapur sehat yang tidak hanya aman, tetapi juga produktif dan berdaya,” ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa Universitas Sebelas Maret. menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus berkontribusi langsung dalam pencapaian target SDGs di tingkat lokal.

Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi model kolaborasi edukatif antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam menciptakan keluarga sehat, cerdas, dan mandiri secara ekonomi.

Editor: Handayat

Tag