JATENGKU.COM, Semarang — Lahan kosong di lingkungan permukiman kerap dibiarkan begitu saja tanpa fungsi yang jelas. Di Perumahan Greenwood, tepatnya RT01/RW07, Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati, kondisi tersebut perlahan berubah melalui kolaborasi mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat. Lahan yang sebelumnya kurang terawat kini berkembang menjadi taman sayur dan buah yang produktif serta bermanfaat bagi warga sekitar.

Program ini berangkat dari perencanaan yang matang. Sejak pertengahan Januari 2026, mahasiswa KKN Kelompok 10 mulai menyusun konsep taman boga, yakni taman produktif yang berisi tanaman sayur, buah, dan tanaman pendukung ketahanan pangan. Persiapan dilakukan melalui diskusi internal kelompok sekaligus belajar dari kegiatan serupa yang pernah dijalankan di wilayah Sadeng sebelumnya.

Tahap awal kegiatan difokuskan pada penguatan pemahaman masyarakat. Dalam pertemuan rutin ibu-ibu PKK, mahasiswa KKN menyampaikan rencana program kerja sekaligus mengikuti sosialisasi pembuatan pupuk organik dan pupuk hayati. Kegiatan ini menjadi ruang bertukar pengetahuan sekaligus membangun kesepahaman bahwa taman sayur dan buah tidak hanya soal menanam, tetapi juga tentang perawatan berkelanjutan.

Memasuki tahap pelaksanaan, lahan fasilitas umum di Jalan Mawar 1 dan 3 mulai dibersihkan secara gotong royong. Penyiangan rumput liar, pembuangan sampah, dan penataan lahan dilakukan bersama KWT dan warga sekitar. Kegiatan ini menjadi fondasi penting agar lahan siap ditanami dan memiliki kondisi tanah yang lebih baik untuk mendukung pertumbuhan tanaman

Setelah lahan siap, mahasiswa KKN membuat gundukan tanah sebagai media tanam. Campuran tanah merah, sekam, dan pupuk digunakan untuk menjaga kesuburan sekaligus memperbaiki drainase. Gundukan ini kemudian dilapisi plastik mulsa guna menjaga kelembapan tanah dan menekan pertumbuhan gulma. Langkah sederhana ini dipilih karena mudah diterapkan dan sesuai dengan konsep pertanian ramah lingkungan

Mahasiswa KKN UPGRIS bersama KWT Greenwood Sulap Lahan Kosong Jadi Taman Sayur dan Buah

Beragam tanaman mulai ditanam secara bertahap. Tanaman sayur menjadi pengisi awal, sebut macam cabai, tomat, terong dan sawi, disusul tanaman buah seperti pepaya, kelengkeng, sawo, rambutan, dan jeruk. Penanaman tidak hanya dilakukan di satu titik, tetapi menyebar di beberapa fasilitas umum agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh warga. Proses ini menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan sempit tetap memungkinkan selama dikelola dengan perencanaan yang baik

Salah satu kegiatan yang cukup menonjol adalah penanaman ketela pohon dalam jumlah besar. Sebanyak 250 bibit ketela ditanam bersama warga Greenwood pada awal Februari 2026. Ketela dipilih karena mudah dibudidayakan dan memiliki nilai sebagai tanaman ketahanan pangan. Keberadaan ketela diharapkan melengkapi tanaman lain yang sudah lebih dulu ditanam di taman tersebut

Agar taman lebih tertata dan terjaga, mahasiswa KKN juga memasang papan nama tanaman serta pagar sederhana berbahan bambu. Pagar ini berfungsi melindungi tanaman dari gangguan sekaligus memberi batas yang jelas pada area taman seluas sekitar 7 x 9 meter. Penataan ini membuat taman sayur dan buah tidak hanya produktif, tetapi juga enak dipandang sebagai ruang bersama

Aspek edukasi menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan. Mahasiswa KKN memberikan edukasi kepada KWT mengenai manfaat sayur dan buah bagi kesehatan, sekaligus menyampaikan standar operasional perawatan tanaman. Materi ini disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami dan dapat langsung dipraktikkan dalam kegiatan sehari-hari.

Mahasiswa KKN UPGRIS bersama KWT Greenwood Sulap Lahan Kosong Jadi Taman Sayur dan Buah

Tidak berhenti pada budidaya, hasil tanaman juga diarahkan untuk memberi nilai tambah. Edukasi pengolahan ketela menjadi gethuk dilakukan bersama ibu-ibu PKK, disertai Expo KKN Produk UMKM. Termasuk gethuk, ada tiga produk lain yang ditampilkan pada acara Expo KKN mahasiswa UPGRIS yakni, singkong keju, pudding dan es kuwut. Melalui praktik langsung, warga dikenalkan pada potensi olahan pangan lokal sebagai peluang usaha rumahan. Kegiatan ini membuka wawasan bahwa hasil taman tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Suasana riuh menyelimuti acara Expo produk UMKM yang dilakukan pada Minggu (8/2/2026) sore.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa KKN menyerahkan tanda mata kepada pengurus RT dan anggota KWT. Penyerahan ini menjadi simbol apresiasi atas dukungan dan kerja sama selama pelaksanaan KKN. Suasana sederhana dan penuh keakraban menandai berakhirnya program yang dibangun melalui kebersamaan

Kolaborasi mahasiswa KKN UPGRIS dan KWT Greenwood menunjukkan bahwa lahan kosong dapat diubah menjadi ruang yang lebih bermakna. Melalui perencanaan, gotong royong, dan edukasi, taman sayur dan buah hadir sebagai upaya kecil yang berdampak nyata. Dari lahan yang sebelumnya terabaikan, kini tumbuh harapan akan ketahanan pangan, kemandirian, dan keberlanjutan di lingkungan permukiman.

Mahasiswa KKN UPGRIS bersama KWT Greenwood Sulap Lahan Kosong Jadi Taman Sayur dan Buah

Editor: Handayat

Tag