JATENGKU.COM, SEMARANG — Sebagai bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro dengan tema “Peningkatan Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat untuk Penurunan Stunting, mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”, mahasiswa KKN pada Selasa (22/7/2025) melakukan inovasi program kerja di Kelurahan Jabungan. Salah satu program utamanya adalah pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dilaksanakan setiap satu minggu sekali, dengan inovasi menu berbeda tiap minggunya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), ibu Arwinda Nugraheni, S.K.M., M.Epid yang turut memberikan arahan terkait pentingnya inovasi PMT yang bergizi dan disukai anak. Salah satu olahan yang diberikan adalah dimsum ikan kembung, yang tidak hanya lezat tetapi juga kaya gizi seperti protein, omega-3, kalsium, dan vitamin penting lainnya. Edukasi kepada ibu balita juga menjadi bagian dari kegiatan, termasuk pentingnya konsumsi ikan laut untuk mencegah stunting dan cara memilih ikan segar.
“Menurut saya dengan adanya poster informasi, pemberian hasil olahan serta penyuluhan langsung dapat mendukung pemahaman masyarakat terutama ibu balita terkait pangan lokal yang bergizi. Sehingga diharapkan terjadi peningkatan kualitas gizi keluarga secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga turut mendorong pola makan sehat berbasis ikan yang mudah diterapkan sehari-hari,” ungkap Belinda sebagai Koordinator Program.

Selain pelaksanaan program PMT, mahasiswa KKNT-110 Kelurahan Jabungan juga melaksanakan sosialisasi dengan tema “Pencegahan Penyakit Menular” berupa edukasi lingkungan hidup yang dilaksanakan di SDN Jabungan. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa kelas 5 tentang bahaya sampah plastik terhadap lingkungan dan kesehatan.
Sampah plastik yang sulit terurai dapat mencemari air, tanah, dan udara serta menjadi sarang penyakit menular seperti DBD yang disebabkan oleh nyamuk.
Melalui metode edukasi interaktif, siswa diperkenalkan jenis-jenis sampah, mulai dari organik, anorganik, hingga residu. Edukasi juga meliputi dampak sampah terhadap rantai makanan hewan laut dan darat, serta pentingnya memilah sampah sejak dini.
“Saya senang belajar dari kakak-kakak mahasiswa. Sekarang saya tahu kalau membuang sampah sembarangan bisa merusak laut dan membahayakan hewan.” Ujar Nayla (siswa kelas 5)
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan informasi, tetapi juga menanamkan kepedulian dan tanggung jawab lingkungan kepada generasi muda. Pendekatan yang edukatif dan menyenangkan membuat pesan lingkungan lebih mudah diterima. Kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan SDGs nomor 3 (kehidupan sehat dan sejahtera). Harapannya, anak-anak mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.










