JATENGKU.COM, SEMARANG — Dalam rangka mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 yaitu Good Health and Well-being, mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Tim KKN-T 112 Kelompok 3 melaksanakan program edukatif berjudul “Edukasi Pelajar Bebas Diabetes dalam Rangka Mewujudkan SDGs 3: Hidup Sehat Cegah Diabetes”.
Program ini merupakan bagian dari tema besar KKN-T 112 “Program Bina Keluarga Bebas Diabetes: Optimalisasi Peran Keluarga melalui Pola Hidup Sehat dalam Rangka Mewujudkan SDGs 3 di Masyarakat” yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk anak-anak usia sekolah dasar.
Salah satu kegiatan unggulan dilaksanakan oleh Dzikrina Az-Zahra Bahroni, mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran yang menyelenggarakan edukasi interaktif kepada 27 siswa kelas 6 SDN Ngemplak Simongan 01, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menghindari makanan dan minuman tinggi gula serta mengenalkan jenis-jenis gula seperti laktosa dan sukrosa yang sering terdapat pada kemasan produk makanan/minuman.

Anak-anak tidak hanya diberikan pengetahuan mengenai diabetes, penyebab, gejala, dampak, cara pencegahan, jenis-jenis gula pada makanan dan minuman, tetapi juga diajak langsung untuk praktik membaca label kemasan minuman. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil, kemudian diajak untuk menganalisis kandungan gula dalam kemasan yang telah disediakan dengan didampingi oleh mahasiswa KKN-T 112 Kelompok 3.
Setelah berdiskusi bersama kelompoknya, perwakilan dari setiap kelompok maju ke depan kelas untuk menuliskan hasil temuan mereka, seperti jumlah gula, jenis gula yang terkandung, dan potensi bahayanya bila dikonsumsi berlebihan. Kemudian anak-anak diajak untuk membandingkan kandungan gula pada masing-masing minuman tersebut diikuti penjelasan minuman mana yang sebaiknya dibatasi dengan mengaitkan batasan konsumsi gula harian
“Anak-anak terlihat sangat antusias dan aktif saat diajak praktik langsung membaca kandungan gula pada label kemasan minuman. Bahkan, mereka sudah mulai mengenal istilah seperti laktosa dan sukrosa. Anak-anak juga bisa menyebutkan mana minuman yang sebaiknya dihindari,” ujar Dzikrina. Ia juga menambahkan bahwa pendekatan belajar menyenangkan ini sangat membantu anak-anak dalam memahami materi dan mengaitkannya dengan kebiasaan konsumsi sehari-hari.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 21 Juli 2025 pukul 08.00 – 09.00 WIB ini berlangsung lancar dan mendapat respon positif dari para siswa maupun guru. Wali Kelas 6 menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting sebagai bekal bagi anak-anak untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat.
Sebagai langkah lanjutan dari program ini, Dzikrina juga membuat poster ajakan untuk mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis dengan mencantumkan pentingnya mengurangi makanan dan minuman manis, batasan gula harian, jenis-jenis gula, cara membaca label kemasan, serta contoh-contoh makanan dan minuman yang perlu dibatasi maupun dianjurkan. Poster tersebut dipasang di area strategis lingkungan sekolah, seperti dekat kantin dan papan informasi sehingga pesan edukasi dapat terus tersampaikan kepada siswa setiap hari.
Dengan adanya program ini, diharapkan anak-anak dapat memilah makanan dan minuman yang mereka konsumsi sehari-hari sebagai upaya pencegahan diabetes sejak dini. Selain itu, harapannya anak-anak mampu menjadi agen perubahan kecil di lingkungan keluarga dan sekitarnya untuk turut menyebarkan kebiasaan hidup sehat bebas diabetes sejak dini.










