JATENGKU.COM, SUKOHARJO — Pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, seorang mahasiswa melaksanakan kegiatan edukasi dan sosialisasi terkait pemanenan air hujan di Balai Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo pada hari Jumat (18/7/2025).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memanfaatkan air hujan sebagai sumber alternatif untuk mengantisipasi krisis air bersih, terutama di musim kemarau.

Acara ini dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), serta perwakilan warga dari setiap Rukun Warga (RW).

Dalam pemaparannya, mahasiswa juga menjelaskan prinsip dasar pemanenan air hujan yang sederhana namun efektif, mulai dari teknik pengumpulan air, penyimpanan, hingga pemanfaatan untuk kebutuhan rumah tangga dan irigasi.

Wisnu Chotib Pranendhetta, Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pemanenan air hujan di Desa Plumbon, Mojolaban, Sukoharjo sebagai bentuk kontribusi nyata dalam program KKN.

Selain materi presentasi, kegiatan ini juga diwarnai dengan sesi tanya jawab interaktif. Warga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar teknis pemasangan instalasi, perawatan, dan potensi pemanfaatan air hujan di wilayah mereka.

“Saya berharap warga Plumbon dapat mempraktikkan sistem pemanenan air hujan ini untuk mendukung ketersediaan air bersih dan menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Wisnu selaku mahasiswa pemateri.

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari perangkat desa Plumbon. Kepala Desa Plumbon menyampaikan terima kasih atas kontribusi mahasiswa dalam memberikan solusi inovatif yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Dengan adanya sosialisasi dan edukasi ini, diharapkan pemanfaatan air hujan dapat menjadi salah satu langkah konkret masyarakat Plumbon dalam mengantisipasi perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan sumber daya air di masa depan.

Penulis: Wisnu Chotib Pranendhetta

Editor: Handayat