Kendal — Mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Kelompok KKN Tematik (KKNT) IDBU 13 memperkenalkan inovasi sistem monitoring suhu dan kelembaban untuk menunjang produksi biogas di Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Senin (11/8/2025).

Acara pemaparan dihadiri oleh pengelola Bank Sampah Desa Sriwulan serta sejumlah warga yang selama ini terlibat dalam pengolahan biogas berbahan baku kotoran ternak.

Ketua Pengelola Bank Sampah Desa Sriwulan, Mas Salaf, menyambut baik program ini. “Dengan sistem pengukuran ini, produksi biogas akan lebih mudah diperkirakan,” ujarnya.

Efisiensi Produksi Biogas

Menurut tim KKNT IDBU 13, efektivitas produksi biogas sangat dipengaruhi oleh kondisi suhu dan kelembaban. Proses pembentukan biogas akan optimal terjadi pada suhu 30–40°C (zona mesofilik) dan kelembaban 65–90%. Di luar rentang tersebut, laju produksi akan menurun drastis.

Namun, hingga saat ini pengolahan biogas di Desa Sriwulan belum dilengkapi dengan sistem yang mampu memantau kondisi tersebut secara real-time. Akibatnya, sulit untuk memperkirakan potensi gas yang dihasilkan setiap harinya.

Berbasis IoT, Terhubung ke Website Desa

Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa merancang sistem pengukuran berbasis Internet of Things (IoT) yang memanfaatkan sensor elektronik untuk memantau suhu dan kelembaban secara otomatis dan berkesinambungan. Data hasil pengukuran dikirimkan langsung ke situs web resmi Bank Sampah Desa Sriwulan, sehingga dapat diakses oleh pengelola maupun warga kapan pun dan di mana pun.

Dengan adanya sistem ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan informasi suhu dan kelembaban untuk memperkirakan laju pembentukan biogas, mengatur proses produksi, dan meningkatkan hasil yang diperoleh.

Arah Pengembangan ke Depan

Program ini tidak hanya ditujukan untuk membantu pemantauan kondisi biogas saat ini, tetapi juga menjadi pondasi pengembangan sistem energi terbarukan yang lebih modern di Desa Sriwulan. Ke depan, teknologi serupa dapat diintegrasikan dengan pengaturan otomatis pada reaktor biogas, sehingga proses produksi dapat berlangsung lebih efisien dan stabil.

Editor: Handayat