JATENGKU.COM, SEMARANG – Di tengah arus transformasi digital yang kian deras, mahasiswa Universitas Diponegoro membuktikan bahwa kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan yang strategis dan relevan. Selama enam minggu, tepatnya dari tanggal 5 Mei hingga 16 Juni 2025, para mahasiswa yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, menghadirkan perubahan bermakna bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui sentuhan digital.
Salah satu mitra utama dalam kegiatan ini adalah Sigur.id, UMKM lokal yang bergerak di bidang kerajinan tangan berbasis budaya lokal. Sigur.id bukan sekadar produsen barang kerajinan; mereka adalah pengusung identitas lokal yang menembus batas pasar tradisional. Namun, dalam menghadapi tantangan ekonomi digital, mereka membutuhkan lebih dari sekadar kreativitas—mereka butuh sistem dan strategi yang mumpuni. Di sinilah peran mahasiswa manajemen UNDIP menjadi sangat vital.
- Digitalisasi Website: Langkah Awal Menuju Profesionalisme
Website resmi Sigur.id menjadi titik tolak dari program digitalisasi yang dilakukan oleh tim KKN-T. Mahasiswa melakukan audit tampilan dan performa website, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pembaruan struktur antarmuka agar lebih ramah pengguna (user-friendly) dan responsif di berbagai perangkat. Selain itu, sentuhan desain ulang dengan pendekatan visual modern turut meningkatkan citra profesional Sigur.id di mata pengunjung daring.
Optimalisasi ini bukan sekadar teknis belaka, tetapi merupakan strategi branding yang bertujuan memperkuat identitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar. Dengan tampilan yang lebih kredibel, Sigur.id kini memiliki peluang lebih besar dalam menjangkau konsumen di luar lingkup lokal.
- Integrasi E-Commerce: Memperluas Akses Pasar Lewat Platform Digital
Pemberdayaan digital yang dilakukan tidak berhenti pada situs web. Tim mahasiswa juga berperan aktif dalam memperkuat kanal distribusi daring Sigur.id di platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop. Deskripsi produk yang awalnya kurang informatif disusun ulang dengan pendekatan storytelling dan penggunaan bahasa pemasaran yang persuasif. Katalog diperbarui agar menampilkan variasi produk secara lebih sistematis dan menarik, termasuk menambahkan visual produk berkualitas tinggi yang mencerminkan nilai estetika dan orisinalitas karya lokal.
Mahasiswa turut menyusun strategi konten promosi yang disesuaikan dengan tren dan perilaku konsumen digital masa kini. Misalnya, mereka mengembangkan kampanye berbasis user-generated content, kolaborasi dengan micro-influencer, dan pemanfaatan fitur live shopping sebagai media interaktif penjualan.
- Revitalisasi Media Sosial: Bangun Citra, Gaet Audiens
Di era digital, kehadiran di media sosial merupakan kebutuhan mendasar bagi UMKM. Tim KKN-T menyusun kurikulum konten untuk akun Instagram dan TikTok Sigur.id, dengan fokus pada konsistensi estetika, keunikan narasi, dan engagement strategy berbasis algoritma platform. Caption yang kreatif, gaya bahasa yang sesuai dengan karakter merek, serta penggunaan tagar strategis turut memperbesar jangkauan konten.
Mahasiswa juga merancang content calendar bulanan, yang membantu pelaku UMKM dalam merencanakan unggahan secara berkelanjutan dan sistematis. Dengan langkah ini, Sigur.id tidak hanya hadir di media sosial, tetapi juga tampil sebagai merek yang aktif, adaptif, dan komunikatif.
- Produksi Video Profil: Narasi Visual yang Menyentuh
Sebagai bentuk kampanye visual yang lebih kuat, tim mahasiswa turut memproduksi video profil Sigur.id. Video ini tidak hanya menampilkan lini produk, tetapi juga menyelami cerita di balik usaha—mulai dari sejarah pendirian, proses pembuatan produk, hingga nilai-nilai budaya yang melekat dalam setiap karya. Konten video ini diharapkan mampu meningkatkan kedekatan emosional antara brand dan konsumen, serta menjadi alat promosi yang dapat digunakan di berbagai kanal digital.
- Sinergi Akademisi dan UMKM: Menyongsong Ekonomi Digital yang Inklusif
Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara dunia akademik dan pelaku usaha dapat menghasilkan transformasi nyata, terutama dalam meningkatkan daya saing UMKM di era digital. Para mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian sosial, tetapi juga menerapkan ilmu manajemen secara praktis dan solutif. Dari sisi pelaku UMKM, pendampingan ini menjadi momentum untuk naik kelas dan lebih percaya diri dalam menjelajah pasar digital.
Dengan modal semangat kolaboratif dan pemahaman konteks lokal, kegiatan KKN-T Universitas Diponegoro di Desa Branjang menjadi teladan bagaimana digitalisasi dapat dijalankan secara inklusif dan berkelanjutan. Di masa depan, model pengabdian semacam ini layak untuk direplikasi di berbagai wilayah lain sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi rakyat berbasis teknologi.
Penulis: M. Fauzan Dwiarista, TIM KKNT 106










