JATENGKU.COM, SEMARANG – Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan ketahanan pangan masyarakat melalui konsumsi ikan dan budidaya ikan yang berkelanjutan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 112 Universitas Diponegoro yang bertugas di RW IV, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, menyelenggarakan dua program terintegrasi berbasis edukasi dan pelatihan.

Program pertama dilaksanakan pada Jumat, 19 Juli 2025 bertajuk “Pengenalan dan Pelatihan Budidamber untuk Meningkatkan Konsumsi Ikan Guna Pencegahan Diabetes.” Kegiatan ini menyasar warga yang memiliki risiko diabetes, dengan tujuan untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan sebagai salah satu langkah pencegahan penyakit tidak menular.

Edukasi diberikan dalam bentuk penyuluhan dan praktik Budidaya Ikan dalam Ember atau biasa disebut budidamber, yaitu metode budidaya ikan dalam galon bekas yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga yang murah dan mudah dilakukan serta dapat mengurangi sampah.

Program ini diikuti oleh lebih dari 20 warga RW IV, dan terdapat beberapa warga tertarik memulai budidamber sebagai alternatif pemenuhan protein hewani. Materi pelatihan dikemas secara praktis agar mudah diterapkan di rumah. Kegiatan ini juga menghasilkan video dokumentasi sebagai bahan edukasi lanjutan.

Program selanjutnya dilaksanakan pada Senin, 21 Juli 2025, berupa “Edukasi dan Pelatihan Pengukuran Kualitas Air dalam Budidaya Ikan.” Kegiatan ini ditujukan untuk membantu warga yang telah melakukan budidaya ikan namun mengalami kegagalan panen akibat kualitas air yang kurang optimal. Mahasiswa KKN memberikan pelatihan mengenai teknik pengukuran suhu dan pH air serta membagikan alat ukur kepada peserta.

Pelatihan ini diikuti oleh beberapa warga yang telah melakukan budidaya ikan di pekarangan rumah. Diharapkan dengan adanya edukasi ini, praktik budidaya ikan di RW IV dapat lebih terarah, produktif, dan berkelanjutan.

Salma Madu Diva F.R., mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, menyampaikan bahwa dua kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi edukatif yang menghubungkan aspek konsumsi dan produksi pangan lokal berbasis ikan.

“Melalui edukasi konsumsi dan budidaya ikan, kami ingin membantu warga tidak hanya lebih sehat secara gizi, tetapi juga lebih mandiri secara pangan,” ujarnya.

Program ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa lintas bidang dalam mendukung kesehatan dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Editor: Handayat