Semarang, 31 Juli 2025 – Upaya menanamkan kesadaran cinta lingkungan sejak usia dini diwujudkan oleh Silviana Mesha Mawarni, mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (Undip), melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025. Bersama Tim IDBU 64 Kelompok 3, Silviana merancang dan memperkenalkan sebuah buku bergambar yang berjudul “Modul Literasi Hijau: Aku Sayang Bumi!” sebagai bagian dari program multidisiplin 1. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 31 Juli 2025 di TK Negeri Gayamsari, Kelurahan Kaligawe, Kota Semarang.
Dalam kesempatan tersebut, Silviana menyerahkan modul secara simbolis kepada Kepala TK Negeri Gayamsari, Ibu Surahmi. Tidak hanya menyerahkan, ia juga memberikan penjelasan kepada guru mengenai isi dan cara penggunaan modul, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media ajar tambahan dalam pembelajaran sehari-hari di kelas. Penyerahan modul ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah, khususnya dalam mengenalkan nilai cinta lingkungan kepada anak-anak sejak dini.

Modul Literasi Hijau: Aku Sayang Bumi! disusun secara khusus untuk anak usia dini dalam bentuk buku bergambar berwarna. Di dalamnya terdapat cerita pendek yang dekat dengan keseharian anak-anak, seperti tokoh Leri dan Ana yang mengajak membuang sampah pada tempatnya, kisah “Si Botol dan Si Daun” yang mengenalkan perbedaan sampah organik dan anorganik, hingga tokoh Ara yang memberi teladan hemat air saat menyikat gigi.
Selain cerita, modul ini juga dilengkapi berbagai aktivitas seru seperti mewarnai gambar, menandai perilaku cinta lingkungan, serta tebak-tebakan sederhana yang melatih logika sambil menanamkan pesan ramah lingkungan. Ada pula lembar tugas untuk membedakan tempat sampah organik dan anorganik melalui warna, hingga ajakan bermain sambil belajar tentang hemat energi. Menariknya, di akhir modul anak-anak juga diberikan sertifikat “Sahabat Bumi Kecil” sebagai bentuk apresiasi karena telah belajar menjaga bumi dengan baik. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga pada diri anak sekaligus memotivasi mereka untuk terus melakukan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pendekatan cerita, ilustrasi menarik, dan aktivitas interaktif, modul ini bertujuan agar anak-anak TK dapat belajar menjaga lingkungan dengan cara yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Guru-guru TK Negeri Gayamsari pun menyambut baik kehadiran modul tersebut karena selain mudah dipahami anak usia dini, juga relevan dengan pembelajaran yang mereka lakukan di sekolah.

Kepala TK Negeri Gayamsari, Ibu Surahmi, menyampaikan apresiasinya. Menurut beliau, modul ini bermanfaat sebagai referensi tambahan bagi guru dan mampu menanamkan nilai peduli lingkungan sejak dini. Beliau menilai penyajian modul yang disertai gambar, cerita, dan aktivitas sederhana membuat anak-anak lebih tertarik untuk belajar.
Melalui program ini, Silviana Mesha Mawarni, mahasiswa KKN Undip, berharap “Modul Literasi Hijau: Aku Sayang Bumi!” dapat menjadi sarana edukasi berkelanjutan bagi anak-anak TK sekaligus mendukung guru dalam mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Dengan demikian, nilai peduli lingkungan dapat tertanam kuat pada generasi muda sejak usia dini dan menjadi bekal penting untuk menjaga bumi di masa depan.











