JATENGKU.COM, SEMARANG – Balai RW 05 Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, dipenuhi keceriaan anak-anak yang mengikuti pelatihan keterampilan bertajuk “Ecoprint: Karya Kreatif Ramah Lingkungan” bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) pada Kamis (18/09/2025).

Kegiatan ini memperkenalkan teknik ecoprint, yaitu metode pewarnaan kain dengan memanfaatkan dedaunan, bunga, dan tumbuhan sekitar. Teknik ini tidak hanya menghasilkan motif indah, tetapi juga ramah lingkungan karena bebas dari bahan kimia berbahaya.

Di awal sesi, mahasiswa KKN menjelaskan konsep dasar ecoprint, jenis kain yang cocok, hingga bahan alami yang bisa digunakan. Setelah itu, anak-anak diajak praktik langsung: memilih daun, menata motif, hingga melakukan pounding technique—memukul kain agar pigmen alami menempel dengan baik.

Mahasiswa KKN UPGRIS sedang membimbing anak-anak saat praktik pounding technique dalam pelatihan ecoprint. Kegiatan ini mengajarkan anak-anak cara membuat motif alami pada kain dengan memanfaatkan dedaunan dan bunga di sekitar mereka.

Dengan arahan sabar dari kakak-kakak KKN, kreativitas anak-anak semakin terasah. Mereka berhasil membuat karya totebag ecoprint yang unik dengan pola daun jarak, bunga bakung merah, hingga dedaunan lain yang mudah ditemukan di sekitar rumah. Hasilnya, setiap totebag tampil berbeda, menonjolkan keindahan alam dan imajinasi masing-masing anak.

“Melihat semangat anak-anak, kami optimistis ecoprint bisa menjadi keterampilan kreatif yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut, bahkan bernilai ekonomi,” ujar Fadhil Raihan, Ketua Kelompok KKN 9 Leyangan UPGRIS.

Pelatihan ini tidak hanya menambah keterampilan baru, tetapi juga menanamkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan melalui seni. Dengan mengolah bahan alam sederhana menjadi karya bernilai, anak-anak belajar bahwa kreativitas bisa tumbuh di mana saja, bahkan dari dedaunan di halaman rumah.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran mahasiswa KKN sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan masyarakat, menghadirkan pembelajaran yang kreatif, bermakna, dan berkelanjutan.

Editor: Handayat