JATENGKU.COM, KAB. SEMARANG — Mahasiswa KKN UPGRIS melaksanakan program kerja pembuatan briket dari eceng gondok yang dilaksanakan di Balai Desa, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Karang Taruna dan Pelaku UMKM. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi pemanfaatan limbah eceng gondok sebagai bahan alternatif energi ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pembuatan briket.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif, dimana mahasiswa memberikan pemaparan materi serta demonstrasi langsung proses pembuatan briket dari eceng gondok. Proses dimulai dengan penjelasan tentang pemilihan eceng gondok sebagai bahan dasar yang ramah lingkungan dan melimpah di daerah sekitar. Selanjutnya, peserta diajarkan proses pengeringan eceng gondok, pembakaran, pengayakan, pencampuran bahan perekat dengan tepung tapioka, hingga pencetakan briket dengan teknik pengepresan manual dengan pipa air sesudah itu dilanjut proses pengeringn selama 4-5 hari tanpa terkena sinar matahari.

Demonstrasi langsung ini bertujuan membangun pemahaman mendalam sekaligus keterampilan praktis sehingga warga memiliki kemampuan mandiri dalam membuat briket. Mahasiswa juga mengedukasi peserta tentang manfaat penggunaan briket sebagai bahan bakar alternatif yang lebih bersih dan ekonomis dibandingkan kayu bakar konvensional, yang sekaligus dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah eceng gondok.
Kegiatan ini menjadi interaktif dengan diskusi dan tanya jawab, memperkaya wawasan masyarakat akan pentingnya inovasi energi terbarukan berbasis sumber daya lokal dan pemberdayaan komunitas desa untuk mendorong kemandirian energi dan pelestarian lingkungan.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat Desa Kesongo memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan eceng gondok dan mampu menerapkan keterampilan yang didapat secara mandiri di lingkungan sekitar, sehingga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui inovasi sederhana.











