JATENGKU.COM, KABUPATEN SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kemdiktisaintek Universitas Diponegoro melaksanakan program bertajuk “Pencatatan Usaha Tepat Guna: Integrasi Sistem Digital untuk Pengrajin Mebel & Manual untuk Kelompok Ternak” di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, pada 12 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam membantu pelaku usaha desa mengelola aktivitas bisnis mereka dengan cara yang lebih tertata, efisien, dan mudah diterapkan.

Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, yaitu Bapak Dr. Hari Susanta Nugraha, S.Sos., M.Si., dan Bapak Hafiz Rama Devara, S.Tr.T., M.T., serta dirancang oleh Anisa Fathia Kusumawardhani, mahasiswi Program Studi Akuntansi Perpajakan, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, yang berfokus pada penerapan sistem pencatatan usaha sederhana berbasis digital dan manual sesuai kebutuhan pelaku usaha di desa.

Dalam pelaksanaannya, para pengrajin mebel diperkenalkan pada aplikasi pencatatan berbasis smartphone bernama “myBisnis”, yang dirancang secara sederhana agar mudah digunakan untuk memantau stok bahan, pesanan pelanggan, dan aktivitas produksi. Sementara itu, kelompok ternak memperoleh template buku pencatatan manual yang praktis dan siap pakai, menyesuaikan dengan kebiasaan mereka yang belum terbiasa menggunakan perangkat digital. Pendekatan ini disusun agar setiap pelaku usaha, baik yang sudah akrab dengan teknologi maupun yang masih mengandalkan metode tradisional, tetap dapat merasakan manfaat nyata dari program tersebut.

“Banyak pelaku usaha di desa yang masih mencatat secara seadanya, bahkan ada yang hanya mengandalkan ingatan. Lewat program ini, saya ingin membantu mereka memiliki sistem pencatatan yang rapi, baik secara digital maupun manual,” ujar Anisa Fathia Kusumawardhani, mahasiswa KKN-T Undip sekaligus penggagas program kerja.

Selain pendampingan langsung, mahasiswa juga membagikan booklet panduan pencatatan usaha yang berisi langkah-langkah penggunaan aplikasi serta penjelasan fungsi setiap fitur di dalamnya. Materi disampaikan secara tatap muka agar peserta dapat memahami isi pelatihan dengan lebih mudah dan langsung mempraktikkannya dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Peserta program pun mengaku merasakan manfaat dari kegiatan ini. Seorang pengrajin mebel mengatakan, “Dulu saya sering bingung melacak pesanan pelanggan. Sekarang lebih gampang karena semua bisa dicatat di aplikasi.”Ujar Bapak Mangsuri selaku pengrajin mebel. “Template buku pencatatan ini memudahkan kami. Tidak perlu pusing membuat format sendiri, tinggal isi saja,” tambah perwakilan kelompok ternak KTT Ayem Tentrem.

Melalui pendekatan yang sederhana namun tepat sasaran, program ini tidak hanya memperkenalkan sistem pencatatan yang lebih efektif, tetapi juga menumbuhkan kesadaran baru di kalangan pelaku usaha kecil tentang pentingnya administrasi yang tertib. Mahasiswa pelaksana berharap agar kebiasaan mencatat usaha secara sistematis dapat menjadi langkah awal menuju pengelolaan bisnis yang lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan di Desa Kesongo.

Editor: Handayat