JATENGKU.COM, PEKALONGAN – Di era digital saat ini, tren pembayaran nontunai semakin berkembang pesat dan menjadi kebutuhan pelaku usaha. Menyadari pentingnya adaptasi UMKM terhadap teknologi transaksi digital, Fazhira Shery Ramdani, mahasiswa dari Program Studi Akuntansi Perpajakan, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, melakukan edukasi singkat dan pendampingan langsung dalam proses penerapan sistem pembayaran digital untuk pelaku UMKM Hasbuna di Desa Rembun, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan pada Selasa (15/07/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian melalui KKN-T IDBU Tim 15 Universitas Diponegoro, di bawah bimbingan tiga Dosen Pembimbing Lapangan: Riris Tiani, S.S., M.Hum., Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., dan Dr. Nailul Fauziyah, S.Psi., M.Psi.
Program ini menyasar pelaku UMKM yaitu UMKM Hasbuna Kantong Celana, yang masih bergantung pada pembayaran tunai. Melalui pendekatan sederhana dan komunikatif, Fazhira memberikan pendampingan langsung dalam proses pembuatan dan aktivasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai sarana pembayaran nontunai yang praktis dan efisien.
Berbeda dengan sosialisasi biasa, kegiatan ini berfokus pada edukasi teknis secara personal, mulai dari menjelaskan manfaat sistem pembayaran digital, membantu proses pendaftaran ke penyedia jasa keuangan resmi, hingga memastikan QRIS dapat digunakan secara mandiri oleh pelaku UMKM.

Mas Irkham selaku pemilik UMKM Hasbuna mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pendampingan yang diberikan.
“Sebelumnya saya belum pernah bikin QRIS dan nggak tahu cara daftarnya. Alhamdulillah sekarang sudah dibantu sampai jadi, jadi lebih mudah kalau ada pembeli yang mau bayar pakai HP, baik di toko langsung atau yang beli online,” ujarnya.
Dengan QRIS, pelaku usaha kini bisa menerima pembayaran dari berbagai dompet digital seperti OVO, DANA, GoPay, dan ShopeePay hanya dengan satu kode QR. Selain meningkatkan kenyamanan transaksi, penggunaan QRIS juga membantu pelaku UMKM mencatat pemasukan secara digital, mempercepat layanan, dan meningkatkan profesionalitas usaha mereka di mata konsumen.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari dukungan mahasiswa UNDIP terhadap transformasi digital ekonomi desa, serta upaya menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi. Harapannya, pendampingan ini tidak hanya memperkenalkan sistem pembayaran baru, tetapi juga mendorong pelaku UMKM Hasbuna untuk lebih siap bersaing dan berkembang di era digital.









