JATENGKU.COM, SUKOHARJO – Listrik menjadi bagian penting dalam kehidupan rumah tangga, namun jika digunakan tanpa kehati-hatian, bisa menimbulkan bahaya serius. Inilah yang mendorong mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) dari Tim II KKN-T 2025 untuk melaksanakan program edukatif bertajuk “Edukasi Keselamatan Listrik dalam Rumah Tangga” di Desa Plumbon, Kecamatan Sukoharjo.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 13 Juli 2025, dengan peserta utama ibu-ibu PKK. Program ini digagas oleh Vioni Erzarisma Hanin, mahasiswa Teknik Elektro UNDIP dari kelompok IDBU 29, yang menyampaikan materi dengan pendekatan komunikatif disertai media pendukung seperti PowerPoint dan leaflet edukasi yang dibagikan langsung kepada peserta.
Bahaya Sepele, Dampak Fatal
Dalam sosialisasinya, Vioni mengungkap bahwa banyak kecelakaan listrik di rumah terjadi karena kelalaian kecil yang sering dianggap sepele. Contohnya seperti penggunaan colokan bertumpuk yang melebihi kapasitas, kabel yang sudah aus atau terkelupas, serta penggunaan peralatan listrik di area lembab seperti dapur dan kamar mandi.
Salah satu kasus nyata yang dipaparkan adalah ketika seorang ibu rumah tangga menyambungkan rice cooker, kipas, dan setrika ke satu colokan sambungan. Akibat beban berlebih, kabel meleleh dan menimbulkan kebakaran. Kasus semacam ini bukanlah hal langka, mengingat data menunjukkan bahwa 60–70% kebakaran rumah tangga disebabkan oleh korsleting listrik.

“Anak-anak dan lansia juga menjadi kelompok yang paling rentan terhadap bahaya listrik. Maka penting bagi ibu rumah tangga untuk menjadi garda terdepan dalam memastikan keamanan di rumah,” jelas Vioni.
Tips Aman dan Langkah Darurat
Selain mengenalkan potensi bahaya, sosialisasi ini juga menekankan tips penggunaan listrik yang aman, seperti:
- Menggunakan alat dan kabel berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI).
- Tidak menggunakan colokan bertumpuk berlebihan.
- Mencabut alat listrik setelah digunakan.
- Menjauhkan kabel dari tempat lembap.
- Memasang pelindung stop kontak agar anak-anak balita aman.
Vioni juga menyampaikan tindakan darurat jika terjadi korsleting atau kebakaran listrik. Langkah-langkah penting seperti mematikan miniature circuit breaker (MCB) atau saklar utama, menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta tidak menyentuh korban listrik langsung, melainkan harus mematikan arus terlebih dahulu. Ia juga mengingatkan peserta untuk tidak menyentuh korban tersengat langsung sebelum memastikan aliran listrik telah diputus.
Sesi Berbagi Pengalaman
Interaksi semakin hidup ketika salah satu peserta membagikan pengalaman pribadinya.

“Waktu itu saya terlalu banyak peralatan listrik dalam waktu yang bersamaan. Tiba-tiba lampu di rumah jadi kedip-kedip. Lalu kami mencoba menghubungi Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan pihak PLN bilang kalau kejadian seperti itu sebaiknya langsung dilaporkan,” cerita ibu tersebut.
Kisah ini menjadi contoh nyata bahwa gejala listrik tidak normal, seperti lampu yang berkedip, dapat menjadi tanda adanya masalah pada instalasi atau beban listrik. Hal ini menegaskan pentingnya segera memanggil teknisi yang andal atau menghubungi PLN agar masalah bisa ditangani sebelum menimbulkan risiko kebakaran atau kerusakan peralatan.
Leaflet Edukasi: Pedoman Cepat di Rumah
Sebagai pelengkap materi presentasi, setiap peserta mendapatkan leaflet edukasi berwarna dua sisi yang memuat poin-poin penting keselamatan listrik rumah tangga. Di dalamnya terdapat ringkasan bahaya umum listrik, tanda-tanda awal korsleting, tips pencegahan, hingga prosedur penanganan darurat.
Leaflet tersebut juga memuat ilustrasi sederhana seperti gambar colokan bertumpuk yang salah, cara mencabut steker dengan benar, dan penempatan alat listrik yang aman jauh dari sumber air. Selain itu, pada bagian belakang terdapat kontak darurat seperti PLN, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, dan Dinas Pemadam Kebakaran yang bisa dihubungi jika terjadi insiden listrik.
Dengan ukuran yang ringkas dan desain yang mudah dibaca, leaflet ini diharapkan dapat ditempel di area rumah yang sering terlihat, seperti dapur atau ruang keluarga, sehingga menjadi pengingat cepat bagi seluruh anggota keluarga untuk selalu menjaga keselamatan listrik.
Komitmen Sosial Mahasiswa Undip
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip menunjukkan kontribusi nyatanya dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Diharapkan, ibu-ibu PKK Desa Plumbon dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarkan pemahaman mengenai keselamatan listrik rumah tangga, tidak hanya untuk keluarga mereka sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya.

Penulis: Vioni Erzarisma Hanin











